Sedangkan teknologi high-speed precision stamping mampu mencapai kecepatan hingga 200 strokes per minute.
GAC juga menerapkan pressure-vibration coordinated lamination yang menghasilkan stacking factor stator core lebih dari 92 persen.
Proses tersebut membantu menjaga kepadatan, dimensi, serta konsistensi struktur komponen agar memenuhi kebutuhan produksi otomotif.
Peak Efficiency Capai 99,03 Persen
Teknologi tersebut kemudian diterapkan pada GAC Quark Electric Drive 2.0 Amorphous-Carbon Fiber Super Electric Drive.
Sistem ini menggabungkan stator berbasis amorphous alloy dengan rotor berbasis carbon fiber.
Berdasarkan pengujian yang disertifikasi China Automotive Engineering Research Institute (CAERI) pada 2025, motor tersebut mencatat peak efficiency 99,03 persen.
Pengujian dilakukan dengan temperatur inlet coolant 35±2 derajat Celsius dan tegangan DC bus 740 V.
Sementara untuk sistem electric drive secara keseluruhan, efisiensinya mencapai 94,184 persen berdasarkan CLTC operating efficiency.
GAC menyebut efisiensi tersebut berpotensi memberikan tambahan jarak tempuh sekitar 30–50 kilometer dengan kapasitas baterai yang sama.
Namun, angka tersebut tetap bergantung pada kondisi penggunaan dan konfigurasi kendaraan.
Sudah Dipakai di Mobil Listrik GAC
Yang menarik, teknologi ini tidak berhenti sebagai proyek riset.
Quark Electric Drive 2.0 dengan stator berbasis amorphous alloy sudah diterapkan pada sejumlah kendaraan listrik GAC, termasuk AION N60, 2027 AION RT, dan 2027 AION i60.
GAC sendiri mulai mengembangkan electric drive sejak 2010. Pengembangan tersebut kemudian meluas dari integrasi sistem hingga mencakup material, komponen inti, dan proses manufaktur.
Teknologi Quark Electric Drive sebelumnya juga telah mendapatkan berbagai pengakuan.