Penjualan Jeblok Parah, Skoda Pamit dari Pasar Otomotif China Mulai Pertengahan 2026

Penjualan Jeblok Parah, Skoda Pamit dari Pasar Otomotif China Mulai Pertengahan 2026

Skoda Octavia--Skoda

JAKARTA, OTOMOTIFXTRA.COM -- Satu lagi raksasa otomotif asal Eropa harus mengakui keunggulan brand lokal di pasar otomotif terbesar dunia.

Skoda, merek otomotif legendaris asal Ceko yang berada di bawah naungan Volkswagen (VW) Group, resmi mengumumkan bakal hengkang dari pasar Tiongkok pada pertengahan tahun 2026.

Melansir laman Reuters, Skoda disebut mengalami kesulitan dalam mengimbangi kecepatan transisi kendaraan listrik (EV) di Tiongkok, ditambah dengan tekanan persaingan harga yang sangat agresif dari pabrikan domestik seperti BYD dan Geely.

Skoda sendiri sempat menjajaki penggunaan teknologi Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) milik raksasa lokal SAIC untuk menyuntikkan napas baru bagi model-model mereka di Tiongkok. Namun, upaya tersebut tampaknya belum cukup kuat untuk membalikkan keadaan. 

BACA JUGA:Wuling Rilis Hongguang Mini EV 2026: Desain Fresh, Fitur Makin Canggih, Harga Cuma Rp 100 Jutaan

Jika menilik ke belakang, perjalanan Skoda di Negeri Tirai Bambu ini sebenarnya cukup panjang.

Memasuki pasar pada tahun 2005 melalui kemitraan strategis dengan SAIC Volkswagen, merek ini sempat menjadi primadona karena diposisikan sebagai "mobil Jerman yang terjangkau".

Nama Skoda mulai bersinar pada tahun 2018, di mana mereka berhasil mencatatkan rekor penjualan fantastis sebanyak 341.000 unit.

Saat itu, China bahkan jadi pasar terbesar Skoda di dunia. Lebih dari 500 dealer berdiri, dengan line-up premium seperti Octavia, Superb, hingga Kodiaq yang cukup populer di kelasnya.


Skoda Kodiaq--Skoda

BACA JUGA:Balik dari Mudik Jangan Langsung Ngebut! Ini Alasan Mobil Wajib Dicek Dulu Biar Tetap Enak Dipakai

Sayangnya dominasi itu gak bertahan lama. Selang setahun kemudian, penjualan Skoda terus merosot tajam.

Pada 2025 saja, penjualannya diperkirakan hanya tersisa sekitar 15.000 unit, anjlok lebih dari 95 persen dari masa puncaknya.

Dampaknya terasa langsung ke jaringan dealer yang ikut menyusut, bahkan banyak produk Skoda yang akhirnya menumpang di showroom SAIC Volkswagen dalam format shop-in-shop.

Temukan konten otomotifxtra.com menarik lainnya di Google News

Tag
Share
Berita Lainnya