Keren! BAIC Kembangkan Baterai Sodium-Ion Buat Mobil Listrik, Isi Full Cuma Butuh 11 Menit
BAIC perkenalkan baterai sodium-ion dengan kemampuan pengisian super cepat, hanya 11 menit--BAIC
BACA JUGA:BAIC X55 II di GJAW 2025 Jadi SUV Medium Paling Nyaman di Kelasnya, Harga Mulai 380 Juta
Menariknya, BAIC juga menyebut telah menyelesaikan validasi proses untuk produksi massal sel sodium-ion berbentuk prismatik. Artinya, teknologi ini mulai bergerak dari tahap riset menuju kesiapan industri.
Di pasar kendaraan listrik Tiongkok, baterai sodium-ion memang mulai dilirik sebagai solusi pelengkap.
Teknologi ini dianggap cocok untuk segmen kendaraan dengan sensitivitas harga tinggi serta kebutuhan performa di suhu rendah.
Jika dibandingkan dengan baterai lithium iron phosphate (LFP), sodium-ion menawarkan keunggulan dari sisi ketersediaan bahan baku yang lebih melimpah dan stabilitas di cuaca dingin.
BACA JUGA:BAIC BJ40 Plus Berkonsep ‘City Hunter’ Tampil Memukau di GJAW 2025!
Namun, tantangan utamanya masih ada pada kepadatan energi yang belum setinggi baterai berbasis lithium.
Meski begitu, arah pengembangannya semakin jelas. Sejumlah produsen otomotif di Tiongkok kini mulai serius menjadikan sodium-ion sebagai bagian dari strategi jangka panjang mereka.
Untuk saat ini, BAIC belum mengungkap jadwal pasti penggunaan baterai tersebut pada kendaraan produksi.
Pasalnya, teknologi ini masih berada di tahap pra-komersial, sambil menunggu proses pengujian lanjutan di dunia nyata.
Ke depan, BAIC menegaskan akan terus mengembangkan teknologi sodium-ion, mulai dari material, integrasi sistem, hingga penerapan di kendaraan.
Tahap berikutnya yang paling ditunggu-tunggu tentunya adalah implementasi langsung di mobil listrik, sebagai langkah awal menuju produksi massal.
Temukan konten otomotifxtra.com menarik lainnya di Google News
- Tag
- Share
-
