Awas! Kebiasaan Lewat Jalan Basah Bisa Percepat Kerusakan Kaki-Kaki Mobil

Awas! Kebiasaan Lewat Jalan Basah Bisa Percepat Kerusakan Kaki-Kaki Mobil

Illustrasi Mobil Menerobos Banjir--Istimewa

Kondisi licin memaksa pengemudi melakukan koreksi setir lebih sering. Dampaknya, komponen seperti tie rod dan ball joint menerima tekanan berlebih.

Jika komponen sudah aus, setir bisa terasa tidak presisi, bahkan seperti “mengambang” saat dikendalikan.

BACA JUGA:Waduh! Afeela Batal Meluncur, Proyek Mobil Listrik Sony-Honda Resmi Dihentikan

6. Sistem Pengereman Bekerja Lebih Berat

Di jalan licin, jarak pengereman cenderung lebih panjang. Pengemudi pun sering menginjak rem lebih keras dan lebih sering.

Hal ini membuat kampas rem dan cakram bekerja ekstra. Sistem ABS juga akan lebih sering aktif, yang sebenarnya membantu keselamatan tetapi menandakan beban kerja meningkat.

7. Risiko Karat pada Komponen Kaki-Kaki

Air hujan dan lumpur yang menempel pada bagian bawah mobil bisa memicu korosi jika tidak segera dibersihkan.

Komponen seperti baut, arm suspensi, hingga dudukan shockbreaker menjadi lebih rentan berkarat dan memperpendek usia pakainya.

BACA JUGA:Keren! BAIC Kembangkan Baterai Sodium-Ion Buat Mobil Listrik, Isi Full Cuma Butuh 11 Menit

8. Gangguan pada Alignment dan Stabilitas Mobil

Jalan licin juga memperjelas masalah pada spooring dan keseimbangan roda. Mobil bisa terasa menarik ke satu sisi dan kurang stabil saat melaju di kecepatan menengah.

Jika dibiarkan, kondisi ini akan membuat ban cepat habis tidak merata dan kenyamanan berkendara menurun.

Intinya, jalan licin bukan hanya soal kehati-hatian dalam berkendara, tetapi juga berdampak langsung pada kesehatan kaki-kaki mobil.

Mulai dari suspensi, kemudi, hingga sistem pengereman, semuanya bekerja lebih berat dari biasanya.

Temukan konten otomotifxtra.com menarik lainnya di Google News

Tag
Share
Berita Lainnya