Rahasia Baterai Mobil Listrik Awet Belasan Tahun, Simak 5 Tips Simpel Ini Biar Gak Jajan Mahal
Rata-rata mobil listrik saat ini mengandalkan teknologi baterai Lithium-ion (Li-ion) atau Lithium Iron Phosphate (LFP).--Astra Otoshop
OTOMOTIFXTRA.COM -- Perkembangan teknologi otomotif kini makin mengarah ke era elektrifikasi, di mana mobil listrik mulai mendominasi perhatian pasar.
Di Indonesia sendiri, tren ini terus menunjukkan peningkatan seiring kesadaran masyarakat terhadap efisiensi biaya dan isu lingkungan.
Mobil listrik memang menawarkan banyak keunggulan, mulai dari biaya operasional yang lebih hemat, bebas emisi, hingga perawatan yang relatif lebih simpel dibanding mobil konvensional.
Namun di balik segala keunggulannya, ada satu komponen yang kerap membuat pemilik mobil listrik merasa was-was, yaitu baterai.
BACA JUGA:Oli Mesin Mobil Rembes? Buruan Cek 6 Komponen Ini Sebelum Jajan Banyak!
Wajar saja, karena baterai merupakan komponen utama sekaligus paling mahal. Harganya bahkan bisa mencapai 40–60 persen dari harga kendaraan itu sendiri.
Meski begitu, teknologi baterai saat ini sudah semakin canggih dan dirancang untuk tahan lama, bahkan hingga 10 sampai 15 tahun tergantung cara perawatannya.
Nah, agar baterai mobil listrik tetap awet dan performanya terjaga, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan, diantaranya:
1. Jaga Level Pengisian di Rentang Ideal
Banyak yang mengira mengisi daya mobil listrik harus sampai 100% setiap hari seperti HP. Padahal, kebiasaan ini justru kurang sehat buat sel baterai jenis Lithium-ion.
Untuk penggunaan harian, usahakan kapasitas baterai berada di rentang 20% hingga 80%. Mengisi daya sampai penuh secara terus-menerus bisa menyebabkan panas berlebih dan mempercepat degradasi.
Sebaliknya, membiarkan baterai benar-benar kosong (0%) juga sangat berbahaya karena bisa merusak sel secara permanen.
BACA JUGA:Mobil Baru Datang Jangan Langsung Dipakai, Cek Dulu 5 Hal Penting Ini Sob!
2. Jangan Keseringan Pakai Fast Charging
Perlu kamu tahu, pengisian cepat atau fast charging menggunakan arus DC yang besar menghasilkan panas yang tinggi.
Gunakan fast charging saat kondisi darurat atau perjalanan jauh saja. Untuk harian, sangat disarankan menggunakan Home Charging dengan arus AC yang lebih stabil dan adem untuk kesehatan jangka panjang baterai.
3. Usahakan Parkir di Tempat Teduh
Temukan konten otomotifxtra.com menarik lainnya di Google News
- Tag
- Share
-
