Isuzu Ungkap Rahasia Mesin Diesel Irit BBM Lewat Teknologi Common Rail
Rahasia Isuzu ELF NLR L bisa irit 34,4 persen, ternyata berkat ramuan teknologi ini--Isuzu Indonesia
OTOMOTIFXTRA.COM -- Efisiensi bahan bakar masih jadi salah satu faktor penting bagi pelaku usaha saat memilih kendaraan niaga.
Bukan cuma soal performa, konsumsi BBM yang irit juga berpengaruh besar terhadap biaya operasional harian kendaraan.
Hal itu yang terus dikembangkan oleh PT Isuzu Astra Motor Indonesia lewat penggunaan mesin diesel modern berteknologi Common Rail di seluruh lini produknya.
Sebagai salah satu pionir mesin diesel di segmen kendaraan komersial, Isuzu menghadirkan teknologi yang diklaim mampu memberikan performa optimal sekaligus lebih hemat bahan bakar dan ramah lingkungan.
BACA JUGA:Isuzu-Toyota Siapkan Truk Niaga Ringan Berteknologi Hidrogen, Meluncur 2027?
Business Strategy Division Head Rian Erlangga menjelaskan, teknologi Common Rail sebenarnya sudah digunakan Isuzu di Indonesia sejak sekitar 15 tahun lalu.
"Isuzu sudah menghadirkan teknologi Common Rail sejak 15 tahun lalu di Indonesia, dan terbukti bisa meningkatkan efisiensi bahan bakar serta menekan emisi gas buang," katanya.
"Teknologi ini berdampak secara langsung kepada bisnis pelanggan lebih menguntungkan dan hingga kini terus menjadi pilihan Isuzu Partner di berbagai daerah di Indonesia," jelas Rian Erlangga.
Sistem Common Rail sendiri bekerja menggunakan tekanan tinggi untuk menghasilkan atomisasi bahan bakar yang lebih sempurna. Distribusi bahan bakar dilakukan melalui jalur khusus atau rail sehingga suplai solar ke injektor bisa lebih merata.
BACA JUGA:Isuzu D-MAX Rodeo: Pikap Double Cabin 'Penghancur' Medan Ekstrem
Selain itu, teknologi ini juga didukung kontrol elektronik melalui katup solenoid atau piezoelektrik yang mengatur waktu dan jumlah injeksi bahan bakar dengan lebih akurat.
Proses injeksi awal sebelum pembakaran utama membuat konsumsi BBM jadi lebih efisien tanpa mengurangi performa mesin. Di sisi lain, emisi gas buang juga bisa ditekan agar memenuhi standar Euro 4.
Keunggulan teknologi tersebut turut dibuktikan lewat pengujian internal menggunakan Isuzu ELF NLR.
Dalam simulasi perjalanan selama 26 hari dengan jarak tempuh 450 km per hari dan bobot kendaraan mencapai 5.400 kg, kendaraan itu mencatat konsumsi bahan bakar hingga 8,6 km/liter menggunakan bio solar.
Temukan konten otomotifxtra.com menarik lainnya di Google News
- Tag
- Share
-
