Stellantis-Dongfeng Gelontorkan Investasi Rp 20 Triliun Buat Produksi Mobil Peugeot dan Jeep di China
Kucurkan Investasi Rp 20 Triliun, Stellantis Gandeng Dongfeng Siap Produksi Mobil Peugeot dan Jeep di China--Jeep
OTOMOTIFXTRA.COM -- Stellantis resmi memperluas kerja sama dengan Dongfeng Motor Corporation untuk memproduksi mobil merek Peugeot dan Jeep di China.
Lewat kolaborasi ini, usaha patungan Dongfeng Peugeot Citroën Automobile Co. bakal memproduksi dua model Jeep bergaya off-road serta dua kendaraan energi baru Peugeot mulai 2027 di Wuhan, China.
Nantinya, model-model tersebut tidak hanya dipasarkan untuk konsumen domestik China, tetapi juga disiapkan untuk kebutuhan ekspor global.
Langkah ini sekaligus memperlihatkan bagaimana produsen otomotif Barat kini makin bergantung pada teknologi, manufaktur, dan rantai pasok China demi memperkuat persaingan di era kendaraan listrik. Terlebih, merek-merek EV asal China saat ini makin agresif di pasar global.
BACA JUGA:GAC Indonesia Gelar Fashion Show Anak di Indomobil Expo 2026
Untuk merealisasikan proyek tersebut, total investasi yang digelontorkan mencapai lebih dari 8 miliar yuan atau sekitar US$1,2 miliar. Sementara Stellantis disebut menyuntikkan dana sekitar €130 juta atau setara US$151 juta.
Kesepakatan ini juga menjadi sinyal bahwa Stellantis mulai kembali agresif di pasar China setelah beberapa tahun mengalami penurunan penjualan, penutupan fasilitas produksi, hingga restrukturisasi bisnis akibat tekanan kuat dari produsen mobil listrik lokal.
Sebelumnya, Stellantis juga telah mengumumkan rencana melanjutkan produksi Peugeot bersama Dongfeng. Kolaborasi keduanya sebenarnya sudah berlangsung sejak awal 1990-an saat PSA Group pertama kali masuk ke pasar China.
Di bawah kepemimpinan CEO Antonio Filosa dan Chairman John Elkann, Stellantis memang tengah menjalankan strategi restrukturisasi besar-besaran.
BACA JUGA:Gandeng 29 Mitra Global, VinFast Targetkan Buka 1.100 Bengkel EV Sepanjang 2026
Fokus utamanya ialah memperkuat daya saing kendaraan listrik sekaligus menekan biaya produksi agar bisa bersaing dengan merek otomotif China.
Selain Dongfeng, Stellantis juga memperluas kerja sama dengan Zhejiang Leapmotor Technology. Saat ini Stellantis memiliki 51 persen saham pada usaha patungan distribusi bersama Leapmotor.
Bahkan, kedua perusahaan dikabarkan sedang membahas pengalihan kepemilikan pabrik di Madrid dan pengembangan SUV menengah baru di Spanyol. Model tersebut nantinya dipersiapkan untuk menantang pesaingnya seperti Volkswagen Tiguan dan Hyundai Tucson.
Ke depan, Stellantis diperkirakan masih akan membuka peluang kerja sama baru di China. Langkah itu dilakukan untuk membantu mengatasi persoalan kelebihan kapasitas produksi di beberapa negara Eropa seperti Italia dan Prancis.
Temukan konten otomotifxtra.com menarik lainnya di Google News
- Tag
- Share
-
