Keliling Enam Provinsi, Toyota Veloz Hybrid EV Tuntaskan Perjalanan 6.500 Km

Keliling Enam Provinsi, Toyota Veloz Hybrid EV Tuntaskan Perjalanan 6.500 Km

Toyota Veloz Hybrid EV menuntaskan perjalanan 6.500 km keliling Sulawesi selama 39 hari--Toyota Astra Motor

Sebagai mobil keluarga tujuh penumpang, kenyamanan kabin menjadi bagian penting dalam perjalanan ribuan kilometer.

Veloz Hybrid EV dibekali berbagai fitur modern yang mendukung kebutuhan pengemudi dan penumpang selama perjalanan.

Teknologi Toyota Safety Sense juga memberikan bantuan tambahan ketika mobil melaju di jalan antarkota maupun kawasan perkotaan.

Keberadaan ban cadangan turut memberikan rasa aman, terutama ketika mobil melewati wilayah yang jauh dari bengkel atau permukiman.

Fitur tersebut mungkin terlihat sederhana, tetapi cukup berguna saat mobil digunakan untuk perjalanan lintas daerah dengan kondisi jalan yang tidak dapat diprediksi.

BACA JUGA:Toyota Perkenalkan GRMN Corolla 2026: Bobot Disunat, Torsi Makin Buas

Melanjutkan Ekspedisi Lintas Nusa Pertama

Jelajah Sulawesi merupakan lanjutan dari perjalanan Veloz Hybrid EV Lintas Nusa pertama yang berlangsung pada 2 Desember 2025 sampai 17 Januari 2026.

Saat itu, satu unit Veloz Q HEV menempuh perjalanan lebih dari 7.700 kilometer selama 47 hari.

Mobil dikemudikan secara estafet oleh 11 tim media dan melewati 14 provinsi di Nusa Tenggara, Bali, Jawa, hingga Sumatra.

Dua ekspedisi tersebut memperlihatkan bahwa teknologi hybrid bisa digunakan di berbagai karakter wilayah Indonesia.

Tidak hanya cocok untuk menghadapi kemacetan kota besar, mobil hybrid juga dinilai tetap praktis untuk perjalanan jauh hingga daerah yang belum memiliki infrastruktur pengisian daya lengkap.

BACA JUGA:Toyota Space 2026 Jadi Tempat Seru Buat Kenalan Sama Mobil Hybrid Toyota

Tawarkan Efisiensi Tanpa Mengubah Kebiasaan Berkendara

New Toyota Veloz Hybrid EV diposisikan sebagai MPV hybrid tujuh penumpang yang menggabungkan efisiensi bahan bakar, kenyamanan, dan kepraktisan.

Melalui perjalanan keliling Sulawesi, Toyota ingin menunjukkan bahwa teknologi elektrifikasi tidak selalu membuat pengguna harus bergantung pada charger.

Berkat sistem self-charging hybrid, pengemudi cukup mengisi bahan bakar seperti biasa, sementara sistem kendaraan akan mengatur penggunaan mesin bensin dan motor listrik secara otomatis.

Temukan konten otomotifxtra.com menarik lainnya di Google News

Tag
Share
Berita Lainnya