Wahana Honda Ajak Pengendara Stop Main Gadget di Jalan, Jangan Sampai Keselamatan Jadi Taruhan

Wahana Honda Ajak Pengendara Stop Main Gadget di Jalan, Jangan Sampai Keselamatan Jadi Taruhan

Jangan main gadget saat motoran. Fokus terpecah bisa bikin respons melambat dan meningkatkan risiko kecelakaan di jalan.--WMS

OTOMOTIFXTRA.COM -- Kebiasaan mengecek gadget saat motoran masih sering dilakukan sebagian bikers. Padahal, sekadar melirik notifikasi atau membalas chat di tengah perjalanan bisa bikin fokus buyar dan berujung celaka.

Apalagi saat kondisi jalan sedang ramai atau motor berada dalam situasi stop and go. Meski kendaraan sempat melambat, perhatian pengendara tetap harus tertuju ke kondisi sekitar.

Karena itu, Main Dealer Honda untuk wilayah Jakarta dan Tangerang, PT Wahana Makmur Sejati (WMS), kembali mengingatkan pentingnya menjaga konsentrasi sebagai bagian dari penerapan #Cari_Aman.

Gadget Bisa Bikin Fokus Bikers Buyar

Mengoperasikan gadget ketika motor masih berjalan membuat perhatian terbagi. Mata yang seharusnya memantau jalan justru berpindah ke layar.

Aktivitas seperti membaca pesan, membalas chat, mengecek notifikasi, mengganti musik, membuka media sosial, bahkan mengambil foto atau video dapat mengurangi kewaspadaan.

Padahal, kondisi lalu lintas bisa berubah sangat cepat. Kendaraan di depan bisa mengerem mendadak, pengguna jalan lain berpindah jalur, atau pejalan kaki tiba-tiba menyeberang.

Head of Safety Riding Promotion PT Wahana Makmur Sejati (WMS), Agus Sani, mengatakan penggunaan gadget saat berkendara dapat membuat pengendara kehilangan momen penting untuk merespons kondisi di depan.

“Penggunaan gadget saat berkendara membuat konsentrasi pengendara terpecah. Ketika mata dan pikiran tertuju pada layar, pengendara bisa kehilangan kesempatan untuk melihat atau merespons kondisi di depan,” ujar Agus.

BACA JUGA:Bukan Main! Dua Perwakilan WMS Sukses Sabet Podium di AHSRIC 2026

Kalau Mau Pakai Gadget, Minggir Dulu

Larangan menggunakan gadget sambil berkendara juga berkaitan dengan aturan lalu lintas. Pasal 106 ayat (1) Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan mewajibkan pengendara mengemudikan kendaraan secara wajar dan penuh konsentrasi.

Karena itu, WMS menyarankan bikers membangun kebiasaan sederhana sebelum motor melaju.

Rute perjalanan sebaiknya sudah ditentukan terlebih dahulu. Kalau menggunakan aplikasi navigasi, atur tujuan sebelum berangkat dan pastikan perangkat terpasang di posisi yang tidak mengganggu pandangan maupun kendali motor.

Notifikasi pesan atau panggilan juga tidak harus langsung dibuka. Kalau memang ada urusan yang benar-benar mendesak, cari tempat yang aman untuk berhenti sebelum mengambil gadget.

“Kalau memang harus menggunakan gadget, pastikan motor sudah berhenti di lokasi yang aman. Prinsipnya sederhana, saat motor berjalan fokus ke jalan, saat ingin menggunakan gadget berhenti terlebih dahulu,” lanjut Agus.

Temukan konten otomotifxtra.com menarik lainnya di Google News

Tag
Share
Berita Lainnya