Kinerja BYD Tertekan di Paruh Pertama 2026, Pendapatan dan Laba Turun, Ekspor Malah Meroket

Kinerja BYD Tertekan di Paruh Pertama 2026, Pendapatan dan Laba Turun, Ekspor Malah Meroket

BYD menghadapi tekanan keuangan pada paruh pertama 2026. Pendapatan dan laba turun, tetapi ekspor mobil China ini justru melonjak tajam--CarExpert

Menurut Chairman sekaligus Presiden BYD, Wang Chuanfu, salah satu masalah utama berada di sisi kapasitas produksi baterai.

Generasi kedua Blade Battery milik BYD masih dalam proses peningkatan kapasitas produksi. Kondisi tersebut membuat pasokan baterai belum mampu sepenuhnya mengejar kebutuhan kendaraan.

Wang bahkan menyebut penjualan BYD pada tahun ini sangat bergantung pada kemampuan produksi baterai.

Kapasitas produksi memang sudah meningkat setelah dilakukan peningkatan lini produksi selama enam bulan. Namun, pasokannya masih belum sepenuhnya longgar.

BACA JUGA:BYD Gelar BEYOND Tech Auto Talks di GIIAS 2026, Edukasi Pengguna Kendaraan Energi Baru

Ekspor BYD Meroket

Di tengah penurunan penjualan dan pendapatan, ada satu sektor yang justru melesat, yakni ekspor.

Berdasarkan data Asosiasi Produsen Otomotif China, BYD mengirim sekitar 792.000 kendaraan ke pasar luar negeri selama paruh pertama 2026.

Jumlah tersebut melonjak 67,8 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

Dengan capaian tersebut, ekspor kini menyumbang hampir 44 persen dari total penjualan BYD.

Wang Chuanfu pun optimistis BYD bisa melewati target ekspor tahunan sebanyak 1,5 juta unit.

Artinya, ketika pasar domestik China sedang menghadapi tekanan, BYD justru semakin agresif mencari pertumbuhan dari luar negeri.

Temukan konten otomotifxtra.com menarik lainnya di Google News

Tag
Share
Berita Lainnya