Sustainability Industri Alat Berat Kini Bukan Cuma Soal Emisi, Tapi Juga Efisiensi

Sustainability Industri Alat Berat Kini Bukan Cuma Soal Emisi, Tapi Juga Efisiensi

IEE Series – Engineering Week 2026 menghadirkan enam hybrid stages dengan 26 sesi seminar yang melibatkan 206 thought leaders serta didukung 49 asosiasi dan partner--Pamerindo

BACA JUGA:Serunya Honda Laki Code, Member AHJ-AHMT Kompak Riding Bareng Sambil Pererat Kebersamaan

Tidak Ada Satu Solusi untuk Semua Tambang

Vincent, Sales Marketing Director PT Indotruck Utama, menilai penerapan teknologi berkelanjutan harus disesuaikan dengan kondisi masing-masing lokasi.

Menurutnya, elektrifikasi tidak bisa dilepaskan dari kebutuhan aplikasi dan kesiapan infrastruktur.

“Kalau kita bicara konsep sustainability sendiri, kita percaya enggak ada satu one recipe fits for all. Kuncinya tergantung aplikasi based on infrastructure,” paparnya.

Kondisi tambang yang berada jauh dari jaringan listrik tentu berbeda dengan kawasan perkotaan atau fasilitas industri yang sudah memiliki sumber energi memadai.

Karena itu, pemilihan equipment tidak bisa hanya berdasarkan teknologi paling baru. Perusahaan juga harus melihat bagaimana alat tersebut digunakan, dari mana sumber energinya, hingga seberapa besar biaya yang muncul selama masa operasional.

Pendekatan serupa terlihat pada Volvo yang memperkenalkan L120 Electric Wheel Loader di IEE Series 2026.

Alat tersebut memiliki kapasitas bucket 3,5 meter kubik dengan operating weight sekitar 20 ton. Volvo melihat peluang penggunaannya pada fasilitas seperti waste-to-energy dan agroindustri yang memiliki sumber listrik sendiri, termasuk dari pembangkit biomassa.

Dengan begitu, energi yang tersedia di lokasi dapat dimanfaatkan kembali untuk mendukung operasional equipment.

Duta Besar Swedia untuk Indonesia, Daniel Blocker, yang mengunjungi booth Volvo dalam peluncuran produk tersebut menyebut inovasi Volvo didorong oleh komitmen terhadap keberlanjutan dan keselamatan.

BACA JUGA:Mazda CX-30 Rakitan Lokal Debut di GIIAS Bandung 2026, Harga Rp500 Jutaan

Sustainability Jadi Bagian dari Keputusan Bisnis

Dari berbagai teknologi yang ditampilkan, terlihat jelas bahwa sustainability di industri alat berat sudah masuk ke level yang lebih praktis.

Perusahaan kini tidak hanya bertanya apakah sebuah equipment menghasilkan emisi lebih rendah. Mereka juga harus mempertimbangkan konsumsi energi, produktivitas, biaya perawatan, downtime, kesiapan infrastruktur, hingga nilai aset selama masa pemakaian.

Hal ini sejalan dengan pandangan Hanung Hanindito, Deputy Event Director Pamerindo Indonesia.

Menurut Hanung, sustainability bukan hanya tentang mengurangi dampak lingkungan, tetapi juga memastikan equipment mampu bekerja lebih efisien dan menciptakan nilai lebih besar bagi industri.

Temukan konten otomotifxtra.com menarik lainnya di Google News

Tag
Share
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
jakartaautoweek