Chery J6T CSH Punya Cara Beda Taklukkan Range Anxiety, Mesin Bensin Cuma Jadi Generator

Chery J6T CSH Punya Cara Beda Taklukkan Range Anxiety, Mesin Bensin Cuma Jadi Generator

Chery J6T CSH--Chery

Chery sendiri menempatkan REEV sebagai salah satu pilihan dalam ekosistem CSH bersama HEV dan PHEV.

Pada sistem HEV, mesin bensin dan motor listrik dapat bekerja bergantian atau bersamaan sesuai kebutuhan. Baterainya diisi melalui sistem kendaraan, termasuk regenerative braking, sehingga tidak membutuhkan pengisian dari sumber listrik eksternal.

Sementara PHEV memiliki baterai lebih besar dan bisa diisi menggunakan charger eksternal. Mobil dapat melaju menggunakan tenaga listrik untuk jarak tertentu sebelum mesin bensin mengambil alih atau membantu sesuai kondisi.

BACA JUGA:Chery Q Resmi Meluncur di GIIAS 2026, Compact EV dengan Kabin Lapang dan Fitur Lengkap

REEV punya pendekatan yang berbeda lagi.

Pada J6T CSH, motor listrik tetap bertugas menggerakkan roda. Mesin bensin hanya menjadi sumber energi tambahan melalui generator.

Dengan begitu, pengguna bisa mendapatkan karakter mobil listrik sekaligus fleksibilitas mesin bensin untuk membantu memperpanjang perjalanan.

Tenaga Tembus 428 PS, Akselerasi 0-100 Km/Jam Cuma 5,5 Detik

Chery membekali J6T CSH dengan three-motor architecture. Sistem tersebut terdiri dari dua motor listrik yang bekerja melalui intelligent All-Wheel Drive (iWD) serta satu motor-generator yang terhubung dengan mesin 1.5L Turbo.

Kombinasinya menghasilkan tenaga maksimal hingga 428 PS dengan torsi puncak 505 Nm.

Akselerasi 0-100 km/jam diklaim hanya membutuhkan waktu 5,5 detik.

Sistem iWD juga mampu mengatur distribusi tenaga secara independen dan responsif ke masing-masing sisi kendaraan. Hasilnya, traksi bisa disesuaikan dengan kondisi permukaan jalan.

BACA JUGA:Luar Biasa, Chery Group Sukses Tembus Penjualan 1,3 Juta Unit di Semester I 2026

Ada Tank Turn, Putar Balik di Ruang Sempit Jadi Lebih Mudah

Fitur lain yang bikin Chery J6T CSH menarik adalah Tank Turn atau Turn Pro Function.

Teknologi ini memungkinkan SUV melakukan manuver berputar dengan radius yang sangat kecil.

Kemampuan tersebut tentu berguna ketika kendaraan berada di area sempit atau harus melewati medan yang cukup menantang.

Temukan konten otomotifxtra.com menarik lainnya di Google News

Tag
Share
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
jakartaautoweek