IEE Series 2026 Resmi Ditutup, Ribuan Pelaku Industri Kumpul di JIExpo Kemayoran
IEE Series 2026 resmi ditutup lewat Engineering Week di JIExpo Jakarta. Ajang ini mempertemukan ribuan pelaku industri dengan teknologi dan konsep berkelanjutan--Pamerindo
Lebih dari 4.700 pelaku industri pertambangan, konstruksi, serta minyak dan gas hadir dalam kegiatan tersebut. Pameran di Balikpapan juga diikuti lebih dari 200 merek yang berasal dari lebih dari 10 negara.
Kegiatan tersebut turut membuka peluang pembahasan mengenai investasi dan perkembangan kawasan IKN. Dengan begitu, pertemuan industri tidak hanya berorientasi pada transaksi, tetapi juga menghubungkan kebutuhan pasar dengan pembangunan kawasan.
Setelah Balikpapan, IEE Series berlanjut ke Surabaya pada Juli melalui Indonesia Energy Week.
Ajang tersebut digelar bersamaan dengan Manufacturing Surabaya dan Growtech Indonesia. Hasilnya, sektor ketenagalistrikan, air, utilitas, manufaktur, dan agrikultur bisa bertemu dalam satu rangkaian.
Lebih dari 200 eksibitor dari 17 negara ikut berpartisipasi dan mendapatkan kunjungan lebih dari 9.700 pengunjung profesional selama empat hari.
BACA JUGA:GWM ORA 5 dan TANK 300 Sabet Penghargaan Bergengsi TADA 2026 di Italia
Hadirkan Konsep Sustainability
Tema keberlanjutan yang diusung IEE Series 2026 tidak berhenti pada diskusi atau seminar.
Pamerindo Indonesia juga mendorong peserta menerapkan prinsip sustainability dalam penyelenggaraan booth melalui program Better-Stands.
Program tersebut memberikan apresiasi kepada peserta yang berupaya mengurangi penggunaan material sekali pakai dan memanfaatkan kembali material konstruksi.
Pada Engineering Week 2026, tiga penerima Better-Stands adalah Daimler Commercial Vehicles Indonesia, PT Urip Gumulya, dan Hamure.
PT Urip Gumulya menerapkan konsep booth yang memanfaatkan layar digital dan LED screen untuk mengurangi sampah dari material sekali pakai. Perusahaan tersebut juga membawa prinsip pengelolaan lingkungan yang mengacu pada ISO 14001.
Sementara Hamure memanfaatkan produk rumah modular sebagai bagian dari konsep booth. Setelah pameran selesai, unit tersebut bisa dibongkar dan digunakan kembali sehingga materialnya tidak berakhir menjadi limbah.
DCVI mengambil pendekatan melalui penggunaan kembali material booth dari pameran sebelumnya. Perusahaan juga membawa Mercedes-Benz Truck “Bagong”, kendaraan yang sudah digunakan di Indonesia sejak era 1970–1980-an dan hingga kini masih beroperasi di sejumlah wilayah.
Bagi DCVI, konsep tersebut menunjukkan bahwa sustainability juga dapat dilakukan dengan memperpanjang masa pakai produk serta memaksimalkan kembali material yang sudah tersedia.
BACA JUGA:GWM ORA 5 dan TANK 300 Sabet Penghargaan Bergengsi TADA 2026 di Italia
IEE Series 2026 Ditutup, Koneksi Industri Diharapkan Terus Berlanjut
Temukan konten otomotifxtra.com menarik lainnya di Google News
- Tag
- Share
-
