Mengenal Teknologi PHEV, Solusi Pas Buat yang Masih Ragu Beralih ke Mobil Listrik Murni

Mengenal Teknologi PHEV, Solusi Pas Buat yang Masih Ragu Beralih ke Mobil Listrik Murni

Mobil PHEV jadi solusi pas buat yang mau hemat listrik tapi takut mogok di jalan jauh.--DFSK

Padahal, kemampuan mengisi baterai dari sumber listrik eksternal membuat PHEV berpeluang menempuh jarak lebih jauh menggunakan tenaga listrik dibandingkan sistem hybrid konvensional pada umumnya.

PHEV juga tetap bisa digunakan ketika daya baterainya berkurang karena mesin konvensional dapat mendukung pengoperasian kendaraan. Meski begitu, pengisian baterai secara rutin tetap diperlukan agar potensi berkendara dengan tenaga listrik bisa dimanfaatkan secara maksimal.

BACA JUGA:DFSK E5 Plus Sabet Penghargaan di Ajang Marketeers Editor’s Choice Award 2026

Cocok Buat Perjalanan Harian, Tetap Fleksibel untuk Luar Kota

Salah satu keunggulan PHEV terletak pada fleksibilitas penggunaannya.

Untuk kebutuhan sehari-hari, seperti berangkat kerja, mengantar anak sekolah, atau bepergian di dalam kota, pengemudi bisa mengandalkan tenaga listrik selama jarak perjalanan masih masuk dalam jangkauan baterai.

Sebagai gambaran, pengguna yang menempuh jarak sekitar 30-50 kilometer per hari berpeluang menjalani aktivitas tanpa perlu menggunakan mesin bensin, asalkan baterai terisi cukup dan kemampuan jarak tempuh listrik mobilnya memadai.

“Sebagai ilustrasi, bagi konsumen dengan jarak tempuh harian sekitar 30–50 kilometer, PHEV memungkinkan perjalanan sehari-hari mengandalkan tenaga listrik, selama baterai terisi cukup dan jarak tempuh kendaraan memadai. Dengan begitu, penggunaan mesin bensin dapat diminimalkan, bahkan tidak diperlukan untuk perjalanan tersebut,” ujar Ichsan.

Ketika harus melakukan perjalanan jauh, mesin bensin memberikan fleksibilitas tambahan. Pengemudi tidak harus sepenuhnya bergantung pada ketersediaan stasiun pengisian kendaraan listrik di sepanjang rute.

Pada mobil PHEV modern, perpindahan antara motor listrik dan mesin bensin juga bisa diatur secara otomatis oleh sistem kendaraan.

Contohnya pada DFSK E5 Plus, yang memiliki tiga pilihan mode berkendara, yakni Force EV, Prefer EV, dan Smart.

Mode Force EV memprioritaskan penggunaan tenaga listrik. Sementara itu, Prefer EV dan Smart mengatur pemanfaatan motor listrik serta mesin konvensional sesuai strategi pengoperasian masing-masing.

Pengemudi tetap perlu memahami fungsi setiap mode dan mengikuti petunjuk penggunaan kendaraan agar kinerja sistem elektrifikasi bisa dimanfaatkan secara optimal.

BACA JUGA:DFSK E5 Plus Diajak Touring Jakarta-Bali, 4 Aspek Ini Jadi Sorotan

Jangan Lupa, Kebiasaan Mengisi Baterai Juga Berpengaruh

Meski punya mesin bensin, bukan berarti pemilik mobil PHEV bisa mengabaikan pengisian daya baterai.

Justru, kebiasaan mengisi daya menjadi salah satu faktor penting yang menentukan efisiensi kendaraan jenis ini.

Temukan konten otomotifxtra.com menarik lainnya di Google News

Tag
Share
Berita Lainnya