Mengenal Teknologi PHEV, Solusi Pas Buat yang Masih Ragu Beralih ke Mobil Listrik Murni
Mobil PHEV jadi solusi pas buat yang mau hemat listrik tapi takut mogok di jalan jauh.--DFSK
Jika baterai rutin diisi di rumah atau tempat kerja, pengguna bisa lebih sering memanfaatkan tenaga listrik untuk perjalanan harian. Sebaliknya, jika baterai jarang diisi, mesin bensin berpotensi lebih sering bekerja sehingga peluang menghemat bahan bakar menjadi berkurang.
Karena itu, akses pengisian daya perlu diperhitungkan sebelum membeli PHEV. Punya fasilitas pengisian daya yang mudah dijangkau akan membantu pemilik memaksimalkan manfaat teknologi tersebut.
Selain itu, efisiensi aktual juga dipengaruhi jarak perjalanan, kondisi lalu lintas, gaya berkendara, muatan kendaraan, dan penggunaan pendingin udara.
Jadi, jangan hanya terpaku pada kapasitas baterai atau angka konsumsi energi yang tercantum dalam spesifikasi. Pertimbangkan juga kebiasaan berkendara sehari-hari.
BACA JUGA:DFSK E5 Plus Resmi Meluncur di Bali, Ada Harga Khusus Buat 5 Konsumen Pertama!
Hal yang Perlu Dipertimbangkan Sebelum Membeli Mobil PHEV
Selain teknologi dan jarak tempuh, ada beberapa hal yang sebaiknya diperhatikan sebelum memutuskan membeli mobil PHEV.
Pertama, pastikan akses pengisian daya di rumah atau tempat kerja memungkinkan. Pengisian baterai yang praktis akan membantu penggunaan tenaga listrik secara rutin.
Kedua, sesuaikan karakter kendaraan dengan kebutuhan perjalanan. Pengguna yang setiap hari menempuh rute relatif teratur mungkin lebih mudah memaksimalkan tenaga listrik. Sementara itu, pengemudi yang sering melakukan perjalanan jauh perlu memahami cara kerja kedua sumber tenaga.
Ketiga, hitung biaya kepemilikan secara menyeluruh. Jangan hanya melihat harga beli, tetapi pertimbangkan juga biaya energi, servis berkala, garansi baterai dan komponen elektrifikasi, serta nilai jual kembali.
Terakhir, perhatikan kenyamanan dan keselamatan. Ruang kabin, karakter suspensi, fitur keselamatan, serta kemudahan mengoperasikan kendaraan juga penting untuk menunjang aktivitas sehari-hari.
Dengan mempertimbangkan hal-hal tersebut, konsumen bisa memilih kendaraan yang sesuai kebutuhan, bukan sekadar mengikuti tren elektrifikasi.
BACA JUGA:DFSK E5 Plus Diajak Touring Jakarta-Bali, Teknologi PHEV Diuji di Beragam Kondisi Jalan
DFSK E5 Plus, SUV PHEV dengan Jarak Tempuh Gabungan hingga 1.400 Km
Salah satu pilihan mobil PHEV yang ditawarkan di Indonesia adalah DFSK E5 Plus.
SUV ini mengusung konfigurasi enam tempat duduk dan memadukan teknologi plug-in hybrid dengan berbagai fitur kenyamanan untuk pengemudi maupun penumpang.
DFSK E5 Plus dibekali baterai berkapasitas 25,3 kWh. Berdasarkan standar pengujian NEDC, mobil ini diklaim mampu menempuh jarak hingga 140 kilometer dalam mode listrik murni dan mencapai 1.400 kilometer untuk jarak tempuh gabungan.
Perlu diingat, angka tersebut merupakan hasil pengujian berdasarkan standar tertentu. Jarak tempuh dalam penggunaan nyata bisa berbeda, tergantung kondisi jalan, gaya berkendara, muatan, penggunaan AC, dan faktor lainnya.
Temukan konten otomotifxtra.com menarik lainnya di Google News
- Tag
- Share
-
