Geser Pabrikan Jepang, Mobil Buatan China Laku Keras di Negara Ini

Sabtu 04-04-2026,18:38 WIB
Reporter : Alvin Septian
Editor : Alvin Septian

Kondisi ini membuat Australia jadi pasar terbuka bagi brand global. Ditambah lagi, kebijakan tanpa tarif impor kendaraan serta tingginya minat terhadap SUV dan kendaraan komersial ringan semakin mempercepat masuknya merek-merek baru, termasuk dari China.

Di sisi lain, konsumen Australia juga semakin rasional dalam memilih kendaraan. Harga kompetitif, fitur lengkap, serta teknologi elektrifikasi jadi pertimbangan utama. Tidak heran jika mobil buatan China bisa diterima dengan cepat.

Data penjualan kendaraan listrik juga mendukung tren ini. Sepanjang tahun lalu, penjualan EV di Australia mencapai sekitar 103 ribu unit. Menariknya, mobil listrik asal China mengambil porsi signifikan dari total tersebut.

Melihat perkembangan yang ada, sejumlah analis memperkirakan dominasi pabrikan China belum akan berhenti. Bahkan, mereka diprediksi bisa menguasai lebih dari 40 persen pasar kendaraan baru di Australia pada 2030.

BACA JUGA:Vingroup Perpanjang Program 'Trade Gas for Electric', Tukar Kendaraan Bensin ke Listrik Dapat Diskon Tambahan

Artinya, persaingan bakal makin ketat. Jepang yang selama ini jadi pemain utama kini menghadapi tantangan serius.

Sementara itu, China terus melaju kencang, memanfaatkan momentum elektrifikasi dan strategi harga untuk memperluas pengaruhnya di pasar otomotif global.

Kategori :