Tekan Angka Kecelakaan, Hino Gandeng KNKT dan Operator Bus Perketat Kompetensi Driver

Jumat 10-04-2026,13:23 WIB
Reporter : Alvin Septian
Editor : Alvin Septian

JAKARTA, OTOMOTIFXTRA.COM -- Di tengah padatnya aktivitas transportasi darat di Indonesia, isu keselamatan kembali jadi perhatian utama.

Bukan cuma soal armada yang modern, tapi juga bagaimana pengemudi, perawatan kendaraan, hingga sistem operasional bisa berjalan selaras demi menciptakan transportasi yang aman dan laik jalan di setiap kondisi.

Semangat itu yang dibawa PT Hino Motors Sales Indonesia (HMSI) dalam gelaran diskusi panel di ajang GIICOMVEC 2026 yang berlangsung di JIEXPO Kemayoran, Jakarta.

Mengusung tema “Membangun Moda Transportasi yang Aman & Laik Jalan dengan Penyediaan Pengemudi yang Kompeten dan Manajemen Perawatan Kendaraan”, diskusi ini jadi ajang penting yang mempertemukan ATPM, regulator, dan operator dalam satu forum untuk membahas keselamatan transportasi secara lebih konkret.

BACA JUGA:Gempur Medan Ekstrem, Hino Perkenalkan Bus 4x4 Terbaru di GIICOMVEC 2026

Sejumlah narasumber turut hadir dalam diskusi ini, di antaranya Senior Investigator Komite Nasional Keselamatan Transportasi (Komite Nasional Keselamatan Transportasi) Ahmad Wildan, Direktur Pengembangan Bisnis dan Organisasi PO Primajasa Bayu Permana, serta Training Division Head HMSI Pieter Andre.

Dalam pemaparannya, pihak KNKT menekankan bahwa human factor masih menjadi penyebab paling dominan dalam berbagai insiden kecelakaan di jalan raya.

“Selain itu, kondisi kendaraan dan sistem operasional juga berpengaruh. Karena itu peningkatan kompetensi driver serta manajemen perawatan kendaraan menjadi kunci penting dalam meningkatkan keselamatan transportasi,” jelas Ahmad Wildan, Senior Investigator KNKT.

Dari sisi produsen, HMSI menegaskan bahwa pelatihan pengemudi dan perawatan kendaraan harus dipandang sebagai investasi jangka panjang, bukan sekadar kewajiban operasional.

BACA JUGA:Dukung Program Koperasi Desa Merah Putih, Hino Pasok 10.000 Unit Truk

“Pengemudi kendaraan niaga memiliki tanggung jawab besar. Pelatihan yang berkelanjutan akan meningkatkan kompetensi, kesadaran keselamatan, serta efisiensi berkendara. Selain itu, manajemen perawatan kendaraan yang baik memastikan kendaraan selalu laik jalan dan fitur keselamatan bekerja optimal,” tutur Pieter Andre, Training Division Head HMSI.

Sementara itu, Direktur Pengembangan Bisnis dan Organisasi PO Primajasa, Bayu Permana, menilai bahwa keselamatan tidak hanya bergantung pada kendaraan, tetapi juga pada sistem manajemen pengemudi yang ketat dan terukur.

“Sebagai operator, kami memastikan rekrutmen driver yang selektif, pelatihan berkala, serta penerapan sistem manajemen perawatan kendaraan yang disiplin," ujarnya.

"Kami juga meningkatkan standar perawatan sesuai standar ATPM, mulai dari prosedur bengkel, fasilitas, hingga peningkatan kompetensi mekanik dan penyediaan inspector kendaraan," tambah dia.

BACA JUGA:Dorong Literasi Anak, Hino CSR Bangun Saung Baca di Desa Ciwangi Purwakarta

Kategori :