OTOMOTIFXTRA.COM -- Banyak pemilik motor masih beranggapan kalau oli mesin hanya perlu diganti berdasarkan jarak tempuh. Selama odometer belum menyentuh angka servis berkala, oli dianggap masih aman dipakai.
Padahal, kondisi tersebut tidak sepenuhnya benar. Motor yang jarang digunakan pun tetap membutuhkan penggantian oli secara rutin.
Sebab, oli motor tetap bisa mengalami penurunan kualitas meski kendaraan lebih sering diam di garasi. Jadi bukan cuma motor harian saja yang wajib diperhatikan kondisi pelumasnya.
Pada dasarnya, oli punya peran penting untuk menjaga kinerja mesin. Pelumas ini bertugas mengurangi gesekan antarkomponen, membantu meredam panas, serta menjaga bagian dalam mesin tetap bersih dari kotoran.
Masalahnya, seiring waktu kualitas oli akan menurun karena berbagai faktor, meskipun motor jarang diajak jalan.
BACA JUGA:Collezione 100: Livery Edisi Khusus Seabad Ducati, Cuma Ada 100 Unit di Dunia Sob!
Salah satu penyebab utamanya adalah oksidasi. Oli yang berada di dalam mesin tetap terpapar udara. Proses ini bisa membuat struktur oli berubah, menjadi lebih kental, dan tidak lagi optimal dalam melindungi komponen mesin.
Jika dibiarkan terlalu lama, oli yang sudah menurun kualitasnya bisa membuat gesekan di dalam mesin meningkat. Efeknya, performa motor terasa berat dan komponen mesin berisiko lebih cepat aus.
Selain oksidasi, motor yang jarang digunakan juga rentan mengalami penumpukan uap air di dalam mesin. Kondisi ini biasanya terjadi akibat proses kondensasi, terutama saat motor hanya dinyalakan sebentar lalu dimatikan kembali.
Uap air yang bercampur dengan oli dapat menurunkan kemampuan pelumasan. Bahkan, dalam kondisi tertentu, kandungan air tersebut bisa memicu korosi pada komponen logam di dalam mesin.
Faktor lain yang juga perlu diperhatikan adalah endapan kotoran. Walaupun motor tidak sering digunakan, sisa pembakaran dan partikel kecil tetap bisa tertinggal di dalam mesin.
Jika oli terlalu lama tidak diganti, kotoran tersebut dapat mengendap dan membentuk sludge atau lumpur oli. Endapan ini berbahaya karena bisa menghambat sirkulasi oli dan mengganggu kerja mesin.
BACA JUGA:GAC Indonesia Borong Dua Penghargaan di IIMS Surabaya 2026, AION UT Paling Diminati
Kapan Waktu yang Tepat Ganti Oli?
Untuk motor yang jarang digunakan, penggantian oli idealnya dilakukan setiap 3 sampai 6 bulan sekali. Patokan ini berlaku meski jarak tempuh motor belum mencapai 1.000 kilometer.
Selain itu, pemilik motor juga tetap perlu mengikuti rekomendasi dari pabrikan. Umumnya, penggantian oli disarankan setiap 2.000 sampai 4.000 kilometer, atau maksimal 6 bulan, tergantung mana yang lebih dulu tercapai.