Nah Loh, Beli Mobil Bekas Murah Bisa Jadi Mahal Kalau Komponen Ini Bermasalah

Nah Loh, Beli Mobil Bekas Murah Bisa Jadi Mahal Kalau Komponen Ini Bermasalah

Mau boyong mobil bekas murah? Awas boncos! Cek dulu komponen krusial ini biar dompet Sobat nggak jebol buat servis total. Yuk intip daftarnya!--Dok

OTOMOTIFXTRA.COM -- Siapa sih yang nggak tergiur waktu nyari-nyari di marketplace atau bursa mobil second, terus nemu mobil impian yang harganya miring banget? Wah, pasti langsung kepikiran buat buru-buru bayar biar nggak keduluan orang lain. Tapi tunggu dulu, Sob! Jangan sampai Sobat kemakan visual luar yang kinclong atau tergoda harga yang di bawah pasaran.

Beli mobil bekas itu mirip-mirip kayak nyari jodoh, Sob. Kalau cuma liat tampang luarnya aja tanpa tahu "jeroannya", bisa-bisa dompet Sobat boncos di kemudian hari. Istilah kerennya: beli murah, piara mahal. Niatnya mau hemat karena dapet harga miring, eh malah berakhir sering nongkrong di bengkel dan ngabisin duit belasan juta rupiah.

Nah, biar Sobat nggak kejebak investasi bodong berkedok mobil murah, yuk kita bedah beberapa komponen krusial yang kalau sampai rusak, biaya benerinnya bisa bikin Sobat elus dada!

BACA JUGA:Ini Perbedaan Air Aki Botol Biru dan Merah, Jangan Sampai Salah Beli Sob!

1. Jantungnya Mobil: Sektor Mesin (Engine)

Ini dia komponen paling sakral, Sob. Mesin yang bermasalah sering kali nggak kelihatan kalau cuma sekadar dinyalain pas posisi diam. Tapi begitu dipakai jalan agak jauh, baru deh ketahuan aslinya.

Beberapa penyakit mesin yang bikin merinding antara lain:

  • Oli Berlumpur (Sludge): Akibat pemilik sebelumnya malas ganti oli. Kalau sudah parah, mesin harus turun setengah atau total buat dibersihin.
  • Silinder Head Melenting: Biasanya gara-gara mobil pernah overheat parah. Perbaikannya? Harus di-papas atau bahkan ganti blok mesin baru.
BACA JUGA:Kelihatan Sepele, Kebiasaan Parkir Ini Ternyata Bisa Bikin Transmisi Mobil Rusak

2. Transmisi Otomatis (Matik) yang Mulai "Jedug"

Zaman sekarang, mobil matik emang jadi primadona karena praktis banget buat macet-macetan di kota besar. Tapi, Sobat wajib waspada sama kondisi girboks matiknya.

Coba deh pas test drive, rasain perpindahan giginya. Kalau ada gejala delay (telat oper), slip saat digas, atau ada suara "jedug" yang kasar banget waktu pindah ke posisi D atau R, itu tandanya transmisi matiknya udah minta jajan. Biaya rebuild atau overhaul transmisi matik konvensional maupun CVT itu nggak murah, Sob. Siap-siap aja merogoh kocek mulai dari Rp7 juta sampai puluhan juta rupiah!

BACA JUGA:DFSK E5 PLUS Setir Kanan Meluncur di Hong Kong, Indonesia Menyusul?

3. Modul Elektronik dan Otak Mobil (ECU)

Mobil-mobil keluaran tahun muda makin kaya akan fitur elektronik. Mulai dari sistem pengereman ABS, Airbag, sampai kontrol traksi. Nah, semua sistem ini dikomandoi oleh yang namanya ECU (Engine Control Unit).

Kalau mobil bekas yang Sobat taksir pernah kebanjiran atau punya riwayat kelistrikan yang korslet, ECU ini bisa eror. Efeknya? Mobil bisa tiba-tiba mogok, indikator di dashboard nyala semua kayak lampu pohon natal, dan fiturnya nggak berfungsi. Harga ECU baru itu orisinalnya mahal banget, Sob, bisa menguras tabungan dari belasan sampai puluhan juta rupiah.

BACA JUGA:Laris Manis di Pasar Global, Chery Cetak Rekor Penjualan 1 Juta Unit Tercepat dalam Sejarah

4. Kaki-kaki dan Suspensi yang Berisik

Kerusakan di sektor kaki-kaki emang nggak bikin mobil langsung mogok di jalan, tapi sumpah, bikin kenyamanan berkendara langsung drop drastis! Gejalanya gampang ketahuan, biasanya muncul suara "gluduk-gluduk" pas lewat jalanan keriting atau polisi tidur.

Kalau Sobat harus ganti satu gelondongan mulai dari Shockbreaker, Link Stabilizer, Bushings, sampai Rack Steer (apalagi yang sudah pakai EPS atau Electric Power Steering), total biayanya bisa bikin kaget. Biaya perbaikan kaki-kaki total untuk mobil MPV atau SUV itu berkisar di angka Rp4 juta sampai Rp10 jutaan, lho.

Temukan konten otomotifxtra.com menarik lainnya di Google News

Tag
Share
Berita Lainnya