Mobil Jarang Dipakai Bukan Berarti Aman, Aki Bisa Tekor Diam-diam Kalau Perawatan Ini Diabaikan

Selasa 30-06-2026,16:44 WIB
Reporter : Alvin Septian
Editor : Alvin Septian

OTOMOTIFXTRA.COM -- Mobil yang jarang dipakai sering dianggap lebih aman dari risiko kerusakan, karena kilometernya tidak banyak bertambah dan komponen terlihat masih mulus.

Padahal, anggapan ini enggak sepenuhnya benar, Sob. Justru mobil yang terlalu lama diam di garasi bisa menyimpan masalah diam-diam, salah satunya aki tekor.

Aki mobil punya peran penting buat menyuplai listrik ke berbagai komponen, mulai dari starter, lampu, sistem audio, alarm, central lock, sampai perangkat elektronik lain.

Meski mobil tidak dinyalakan setiap hari, aki tetap bisa kehilangan daya secara perlahan. Inilah yang sering bikin pemilik mobil kaget saat mau dipakai, tiba-tiba mesin susah hidup atau starter cuma bunyi cetek-cetek.

BACA JUGA:Bearing Roda Mobil Rusak Bisa Merembet ke Komponen Lain, Ini Alasan Harus Rutin Dicek

Kenapa Mobil Jarang Dipakai Bisa Bikin Aki Tekor?

Saat mobil dalam kondisi mati, bukan berarti seluruh sistem kelistrikan benar-benar berhenti bekerja. Beberapa komponen seperti alarm, ECU, jam digital, dan sistem keamanan masih membutuhkan arus listrik kecil. Arus ini memang tidak besar, tapi kalau dibiarkan berhari-hari bahkan berminggu-minggu, daya aki bisa terkuras pelan-pelan.

Masalahnya, aki mobil butuh pengisian ulang dari alternator saat mesin menyala. Kalau mobil jarang dipakai atau hanya dipanaskan sebentar tanpa jalan, pengisian daya aki bisa kurang optimal. Akibatnya, aki makin lemah dan lama-lama tekor.

Memanaskan Mesin Saja Belum Tentu Cukup

Banyak Sobat yang merasa cukup memanaskan mobil 5 sampai 10 menit di garasi. Langkah ini memang lebih baik daripada mobil dibiarkan total tanpa dinyalakan. Tapi, kalau hanya dipanaskan sebentar, alternator belum tentu mampu mengisi aki secara maksimal.

Idealnya, mobil sesekali diajak jalan sekitar 20 sampai 30 menit. Dengan begitu, mesin bekerja di suhu ideal dan alternator bisa mengisi daya aki lebih efektif. Selain itu, komponen lain seperti ban, rem, oli, dan kaki-kaki juga ikut bergerak sehingga kondisinya lebih terjaga.

BACA JUGA:Sering Hajar Lubang Bisa Bikin Kaki-kaki Mobil Cepat Jebol, Ini Bagian yang Wajib Dicek Rutin

Tanda-tanda Aki Mobil Mulai Lemah

Sobat perlu waspada kalau mobil mulai menunjukkan gejala aki melemah. Biasanya, tanda paling mudah dirasakan adalah starter terasa berat atau mesin butuh waktu lebih lama untuk hidup. Lampu kabin dan lampu utama juga bisa terlihat lebih redup dari biasanya.

Selain itu, fitur elektrik seperti power window, head unit, atau central lock bisa bekerja lebih lambat. Pada beberapa mobil modern, indikator aki di panel instrumen juga bisa menyala sebagai tanda ada masalah pada sistem kelistrikan.

Perawatan Aki Mobil 

Supaya aki tidak tekor diam-diam, Sobat bisa mulai dari kebiasaan sederhana. Pertama, nyalakan mobil secara rutin dan usahakan tidak hanya langsam di tempat. Ajak mobil jalan sebentar agar proses pengisian aki lebih maksimal.

Kedua, cek kondisi terminal aki. Pastikan tidak ada kerak putih atau kotoran yang menempel. Terminal yang kotor bisa menghambat aliran listrik dan membuat performa aki menurun. Kalau terlihat kotor, bersihkan dengan hati-hati atau minta bantuan bengkel terpercaya.

Ketiga, kalau mobil akan ditinggal lama, pertimbangkan untuk melepas kabel terminal negatif aki. Cara ini bisa membantu mengurangi risiko daya aki terkuras oleh komponen elektronik yang tetap aktif. Namun, Sobat juga perlu tahu bahwa beberapa pengaturan elektronik mobil bisa reset setelah aki dilepas.

Kategori :