Sering Hajar Lubang Bisa Bikin Kaki-kaki Mobil Cepat Jebol, Ini Bagian yang Wajib Dicek Rutin
Sering hajar lubang bisa bikin kaki-kaki mobil cepat rusak. Cek bagian penting ini agar mobil tetap nyaman, aman, dan stabil dipakai harian.--Astra Daihatsu
OTOMOTIFXTRA.COM -- Kondisi jalan yang tidak selalu mulus memang jadi tantangan tersendiri buat pengguna mobil harian, Sob. Apalagi kalau sering ketemu lubang, polisi tidur tinggi, atau jalan bergelombang yang kadang susah dihindari.
Sekali dua kali menghantam lubang mungkin terasa biasa saja. Tapi kalau kejadian ini terlalu sering, bagian kaki-kaki mobil bisa kena imbasnya. Efeknya bukan cuma bikin kabin terasa kurang nyaman, tapi juga bisa mengganggu kestabilan mobil saat dikendarai.
Kaki-kaki mobil punya tugas penting untuk menopang beban kendaraan, meredam guncangan, menjaga arah roda, sampai memastikan mobil tetap stabil saat menikung atau melaju di jalan tidak rata. Karena itu, komponen di area ini wajib dicek rutin, terutama kalau mobil Sobat sering dipakai di jalan rusak.
BACA JUGA:Gaikindo: Indonesia Punya Peluang Besar Jadi Basis Investasi Otomotif Global
Kenapa Lubang Jalan Bisa Bikin Kaki-kaki Mobil Cepat Rusak?
Saat mobil menghantam lubang dengan kecepatan cukup tinggi, benturan dari roda langsung diteruskan ke komponen suspensi dan kemudi. Semakin keras benturannya, semakin besar pula beban yang diterima kaki-kaki mobil.
Kalau kebiasaan ini terus berulang, komponen seperti shockbreaker, ball joint, tie rod, bushing, hingga bearing roda bisa lebih cepat aus. Awalnya mungkin hanya muncul bunyi kecil atau getaran halus, tapi lama-lama gejalanya bisa makin terasa.
Mobil yang kaki-kakinya mulai bermasalah biasanya terasa limbung, setir bergetar, muncul bunyi gluduk-gluduk, atau arah mobil terasa lari ke satu sisi. Kalau sudah begini, jangan dibiarkan terlalu lama, Sob.
BACA JUGA:Gaikindo Apresiasi Dukungan Pemerintah untuk Industri Otomotif Indonesia
Bagian Kaki-kaki Mobil yang Wajib Dicek Rutin
1. Shockbreaker
Shockbreaker berfungsi meredam ayunan dan guncangan saat mobil melewati jalan tidak rata. Kalau komponen ini mulai lemah, mobil biasanya terasa mantul berlebihan dan kurang stabil saat melaju.
Ciri shockbreaker bermasalah bisa terlihat dari adanya rembesan oli, bantingan suspensi yang terasa keras, atau mobil terasa mengayun setelah melewati polisi tidur. Jika gejala ini muncul, sebaiknya segera lakukan pengecekan di bengkel.
2. Ball Joint
Ball joint punya peran penting sebagai penghubung antara roda dan sistem suspensi. Komponen ini memungkinkan roda bergerak mengikuti arah setir dan kontur jalan.
Kalau ball joint aus, biasanya muncul bunyi kasar dari area roda depan, terutama saat melewati jalan rusak atau saat mobil berbelok. Jika dibiarkan, risiko kerusakannya bisa merembet ke komponen lain.
BACA JUGA:Belum Ada Sepekan Dibuka, Pre-Booking DFSK E5 Plus Tembus di Angka Segini
3. Tie Rod dan Long Tie Rod
Tie rod berkaitan langsung dengan sistem kemudi. Fungsinya membantu meneruskan gerakan setir ke roda depan. Jika bagian ini bermasalah, setir bisa terasa oblak, tidak presisi, atau mobil sulit dikendalikan dengan stabil.
Temukan konten otomotifxtra.com menarik lainnya di Google News
- Tag
- Share
-
