Mesin Mulai Berisik dan Boros BBM? Kenali 4 Tanda Oli Mesin Waktunya Diganti
Pertamina Lubricants mengingatkan bahwa polusi, debu, dan kemacetan parah membuat beban kerja oli semakin berat--Pertamina Lubricants
JAKARTA, OTOMOTIFXTRA.COM -- Masih sering menunda ganti oli? Hati-hati, kebiasaan ini bisa membuat mesin kendaraan kamu cepat pensiun. Oli bukan sekadar pelumas, melainkan nyawa bagi komponen internal mesin.
Pertamina Lubricants mengingatkan bahwa polusi, debu, dan kemacetan parah membuat beban kerja oli semakin berat.
Jika kualitasnya menurun akibat oksidasi dan sisa pembakaran, mesin kendaraan bisa mengalami ancaman serius.
Ciri-Ciri Oli Mesin Sudah Waktunya Ganti
Mesin Berisik: Terdengar suara dengung atau gesekan kasar karena lapisan pelindung oli yang mulai menipis.
BACA JUGA:Tembus Pasar Jepang hingga Amerika Selatan, Hino Buktikan Kualitas Manufaktur Indonesia Mendunia
Akselerasi Loyo: Tarikan berat dan gas terasa lambat merespons, terutama di tanjakan.
Suhu Cepat Naik: Mesin terasa panas menyengat meski jarak tempuh belum terlalu jauh.
Bensin Mendadak Boros: Mesin bekerja paksa untuk bergerak, sehingga menguras lebih banyak bahan bakar.
Jangan Jadikan Jarak Tempuh Sebagai Patokan
Secara umum, motor disarankan ganti oli setiap 2.000-3.000 km, sementara mobil berkisar antara 5.000-15.000 km. Namun, angka ini bukan patokan ya, Bradsis!
“Rentang waktu penggantian oli tidak hanya bergantung pada jarak tempuh, tapi juga pada kemampuan pelumas menghadapi beban dari mesin kendaraan dengan kondisi extrim jalanan seperti debu dan kemacetan," kata Mulianto, selaku Senior Analyst PCO & Specialties PT Pertamina Lubricants.
"Oli full synthetic umumnya memiliki ketahanan lebih baik dibandingkan jenis mineral. Karena itu, penting bagi pengendara untuk memahami karakteristik oli yang digunakan agar bisa menyesuaikan jadwal penggantian dengan lebih tepat,” lanjutnya.
Temukan konten otomotifxtra.com menarik lainnya di Google News
- Tag
- Share
-
