Jarang Disadari, Ini Risiko Pakai BBM Tidak Sesuai Rekomendasi Pabrikan

Jarang Disadari, Ini Risiko Pakai BBM Tidak Sesuai Rekomendasi Pabrikan

Penggunaan BBM yang tidak sesuai spesifikasi mesin bukan hanya berdampak pada performa kendaraan, tetapi juga dapat mempercepat kerusakan sejumlah komponen penting--Istockphoto

Dalam kasus yang lebih parah, kendaraan bahkan bisa mogok karena suplai bahan bakar ke ruang bakar tidak berjalan normal.

BACA JUGA:Kontribusi EV Wuling di Bali Diakui, Sabet Penghargaan di Ajang Tribun Bali Award 2026

3. Busi Cepat Kotor dan Umurnya Lebih Pendek

Pembakaran yang tidak sempurna akibat penggunaan BBM yang tidak sesuai juga menghasilkan residu karbon lebih banyak.

Endapan tersebut akan menempel pada busi dan mengganggu proses pembentukan percikan api. Akibatnya tenaga mesin terasa kurang bertenaga dan konsumsi bahan bakar ikut meningkat.

Jika kondisi ini terus berlanjut, umur pakai busi menjadi lebih pendek dibandingkan penggunaan normal. Pemilik kendaraan pun harus lebih sering melakukan penggantian.

4. Sensor Oksigen Bisa Salah Membaca Data

Mobil modern saat ini sudah dibekali berbagai sensor untuk menjaga efisiensi dan performa mesin. Salah satunya adalah sensor oksigen atau oxygen sensor.

Komponen ini bertugas membaca kadar oksigen pada gas buang dan mengirimkan data ke ECU sebagai dasar pengaturan campuran udara dan bahan bakar.

Masalahnya, penumpukan kerak akibat sisa pembakaran yang buruk dapat mengganggu kinerja sensor tersebut. Saat data yang diterima ECU tidak akurat, mesin bisa kehilangan tenaga, putaran tidak stabil, hingga konsumsi BBM menjadi lebih boros.

BACA JUGA:Perayaan Dua Dekade HWRJ Jadi Ajang Silaturahmi Pecinta Honda Win se-Indonesia

5. Catalytic Converter Bisa Mampet

Tak hanya ruang bakar, efek penggunaan BBM yang tidak sesuai juga bisa merembet ke sistem pembuangan.

Residu hasil pembakaran berpotensi menumpuk pada catalytic converter. Komponen ini memiliki banyak saluran kecil yang berfungsi menyaring emisi gas buang.

Ketika saluran tersebut tersumbat, aliran gas buang menjadi tidak lancar dan menciptakan tekanan balik atau back pressure.

Dampaknya cukup terasa saat berkendara. Tarikan mesin menjadi berat, akselerasi menurun, dan performa kendaraan terasa loyo.

Yang lebih merepotkan, harga catalytic converter tidak murah sehingga biaya penggantiannya bisa cukup menguras anggaran.

BACA JUGA:Idul Adha 2026, Wahana Artha Group Tebar Kepedulian Lewat Penyaluran Hewan Qurban

6. Konsumsi BBM Lebih Boros

Temukan konten otomotifxtra.com menarik lainnya di Google News

Tag
Share
Berita Lainnya