Jarang Disadari, Ini Risiko Pakai BBM Tidak Sesuai Rekomendasi Pabrikan
Penggunaan BBM yang tidak sesuai spesifikasi mesin bukan hanya berdampak pada performa kendaraan, tetapi juga dapat mempercepat kerusakan sejumlah komponen penting--Istockphoto
Ironisnya, tujuan awal menggunakan bensin yang lebih murah biasanya untuk berhemat. Namun yang terjadi justru sebaliknya.
Karena tenaga mesin berkurang, pengemudi cenderung menekan pedal gas lebih dalam agar kendaraan tetap responsif. Kondisi ini membuat konsumsi bahan bakar meningkat.
Artinya, pengeluaran untuk membeli BBM bisa saja tetap besar bahkan lebih tinggi dibandingkan jika menggunakan bensin sesuai rekomendasi sejak awal.
Belum lagi ditambah potensi biaya servis dan penggantian komponen yang rusak akibat penggunaan BBM yang tidak tepat.
Gunakan BBM Sesuai Rekomendasi Pabrikan
Setiap kendaraan dirancang dengan spesifikasi tertentu, termasuk kebutuhan nilai oktan bahan bakarnya.
Karena itu, menggunakan BBM sesuai rekomendasi pabrikan merupakan langkah terbaik untuk menjaga performa, efisiensi, dan umur pakai mesin.
Selain memilih bahan bakar yang tepat, efisiensi konsumsi BBM juga dapat ditingkatkan melalui gaya berkendara yang halus dan tidak agresif.
Dengan kombinasi tersebut, kendaraan tidak hanya lebih irit, tetapi juga terhindar dari risiko kerusakan komponen yang dapat menguras biaya perawatan di kemudian hari.
Jadi, sebelum tergiur harga bensin yang lebih murah, pertimbangkan kembali dampak jangka panjangnya.
Menggunakan BBM sesuai spesifikasi memang terlihat lebih mahal di awal, tetapi jauh lebih menguntungkan dalam jangka panjang.
Temukan konten otomotifxtra.com menarik lainnya di Google News
- Tag
- Share
-
