Jangan Tunggu Pecah, Begini Ciri Selang Radiator Mobil yang Sudah Wajib Diganti
Kenali ciri selang radiator mobil yang wajib diganti, dari retak, mengeras, menggembung, serta rembes agar mesin terhindar overheat selama perjalanan.--MC Group
Rembesan coolant juga menjadi tanda bahwa selang radiator perlu diperiksa lebih lanjut. Kebocoran biasanya muncul di dekat klem atau sambungan menuju radiator, mesin, dan rumah thermostat.
Ciri-cirinya bisa berupa permukaan yang selalu basah, muncul kerak berwarna putih atau kehijauan, hingga tercium aroma khas cairan pendingin setelah mobil digunakan.
Kebocoran di area sambungan memang belum tentu berasal dari selangnya. Klem yang kendur atau rusak juga bisa menjadi penyebabnya. Namun, bila ujung selang sudah getas, retak, atau berubah bentuk, penggantian tetap menjadi pilihan terbaik.
BACA JUGA:Supercar Listrik Denza Z Siap Debut Global di Goodwood Festival of Speed 2026, Ini Bocoran Speknya
Selang Terasa Terlalu Lunak
Selang yang terlalu keras bukan satu-satunya masalah. Selang radiator yang terasa sangat lunak, lembek, atau seperti spons juga menandakan kerusakan pada struktur karetnya.
Dalam kondisi tertentu, bagian dalam selang dapat rusak dan menghambat aliran coolant. Selang bahkan bisa mengempis ketika mesin bekerja, sehingga sirkulasi cairan pendingin menjadi tidak maksimal.
Kalau selang terasa jauh lebih lunak dibanding bagian lainnya atau bentuknya mudah berubah saat ditekan, Sobat sebaiknya meminta bengkel memeriksa seluruh jalur pendinginan.
Coolant Sering Berkurang Tanpa Alasan Jelas
Sobat sering menambah coolant tetapi volumenya kembali berkurang? Jangan langsung menganggap cairan radiator menguap begitu saja. Bisa jadi terdapat kebocoran kecil pada selang yang hanya muncul ketika sistem pendingin menerima tekanan.
Kebocoran semacam ini kadang sulit terlihat saat mobil sedang parkir. Cairan bisa menetes ke bagian mesin yang panas lalu mengering sebelum meninggalkan genangan di lantai.
Periksa selang, sambungan, radiator, tabung reservoir, serta area sekitar pompa air. Jika kebocoran tidak terlihat secara kasatmata, bengkel dapat melakukan pemeriksaan tekanan untuk menemukan sumber masalahnya.
BACA JUGA:Touring, Night Ride, dan Track Day: Cara Seru Wahana Honda Manjakan Komunitas Vario 160 di Lombok
Suhu Mesin Mulai Tidak Stabil
Jarum temperatur yang naik lebih tinggi dari biasanya juga patut dicurigai. Selang yang bocor, tertekuk, atau rusak pada bagian dalam dapat mengganggu sirkulasi coolant dan membuat proses pelepasan panas tidak berjalan optimal.
Jika indikator suhu mesin mendekati batas merah, segera hentikan mobil di tempat yang aman dan matikan mesin. Jangan langsung membuka tutup radiator karena coolant panas bertekanan dapat menyembur dan menyebabkan luka bakar.
Tunggu mesin dingin sebelum melakukan pemeriksaan. Jika coolant habis atau terdapat selang yang pecah, sebaiknya jangan memaksakan mobil untuk terus berjalan.
Jangan Hanya Mengandalkan Usia Pemakaian
Tidak ada patokan usia yang selalu sama untuk semua selang radiator. Daya tahannya dipengaruhi kualitas komponen, kondisi mesin, jenis coolant, cuaca, pola penggunaan mobil, dan riwayat perawatan.
Temukan konten otomotifxtra.com menarik lainnya di Google News
- Tag
- Share
-
