Cuaca Panas Bikin Oli Mesin Kerja Ekstra, Ini Penjelasan Pertamina Lubricants
Kualitas oli tidak hanya dipengaruhi oleh jarak tempuh, tetapi juga kondisi lalu lintas, temperatur udara, durasi mesin menyala, dan kebiasaan berkendara--Pertamina Lubricants
OTOMOTIFXTRA.COM -- Banyak pemilik kendaraan masih menganggap oli baru perlu diganti setelah mencapai batas kilometer tertentu. Selama jarak tempuh belum banyak, oli dinilai masih aman digunakan.
Ternyata anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar, Sob! Sebab, kualitas oli tidak hanya dipengaruhi oleh jarak tempuh, tetapi juga kondisi lalu lintas, temperatur udara, durasi mesin menyala, dan kebiasaan berkendara.
Kendaraan yang setiap hari melewati kemacetan justru bisa membuat oli bekerja lebih berat. Meski roda hanya bergerak pelan, mesin tetap menyala dan menghasilkan panas. Kondisi ini semakin terasa saat kendaraan digunakan pada musim kemarau dengan suhu udara tinggi.
Karena itu, menunda penggantian oli demi menghemat pengeluaran bisa menjadi keputusan yang kurang tepat. Biaya yang awalnya ingin ditekan malah berpotensi membengkak akibat kerusakan komponen mesin.
Mesin Tetap Bekerja Meski Kendaraan Tidak Banyak Bergerak
Saat terjebak macet, angka pada odometer memang tidak bertambah banyak. Namun, mesin tetap bekerja selama kendaraan menyala.
Oli terus bersirkulasi untuk melumasi komponen yang bergerak, mengurangi gesekan, dan membantu menjaga temperatur mesin. Semakin lama kendaraan terjebak dalam kondisi stop-and-go, semakin besar pula beban yang harus ditanggung pelumas.
Situasi tersebut membuat oli dapat mengalami penurunan kualitas lebih cepat dibandingkan kendaraan yang digunakan secara lancar di jalan bebas hambatan.
Jadi, motor atau mobil yang hanya menempuh jarak pendek setiap hari belum tentu memiliki kondisi oli yang lebih baik. Terutama jika perjalanan tersebut dipenuhi kemacetan dan dilakukan saat cuaca sedang panas-panasnya.
BACA JUGA:Hadir di MXGP Samota, Pertamina Lubricants Tawarkan Promo Pembelian Pelumas
Kemarau Bikin Temperatur Mesin Meningkat
Musim kemarau 2026 diperkirakan berlangsung lebih kering dan panjang. Puncaknya diprediksi terjadi pada Juli hingga September, dengan suhu di beberapa daerah dapat melampaui 35 derajat Celsius.
Temperatur lingkungan yang tinggi dapat membuat suhu kerja mesin ikut meningkat. Hal ini membuat oli lebih cepat mengalami oksidasi dan kehilangan kemampuan optimalnya dalam melindungi komponen.
Senior Analyst PCO & Specialties PT Pertamina Lubricants, Mulianto, mengatakan suhu tinggi membuat beban kerja pelumas semakin berat.
“Suhu lingkungan yang tinggi membuat temperatur kerja mesin ikut meningkat. Akibatnya, oli lebih cepat teroksidasi sehingga kemampuan melumasi dan melindungi komponen mesin menurun. Jika tetap digunakan melewati masa pakainya, risiko keausan komponen meningkat,” kata Mulianto.
Temukan konten otomotifxtra.com menarik lainnya di Google News
- Tag
- Share
-
