OTOMOTIFXTRA.COM -- Engine brake menjadi salah satu teknik yang bisa membantu pengemudi mengurangi kecepatan mobil, terutama saat melewati jalan menurun. Namun, cara penggunaannya tidak boleh sembarangan, Sob.
Masih ada pengemudi yang langsung memindahkan transmisi ke gigi rendah ketika mobil sedang melaju kencang. Ada juga yang memilih posisi netral karena menganggap mobil akan meluncur lebih ringan.
Cara tersebut justru bisa menimbulkan masalah. Putaran mesin dapat melonjak, mobil terasa menghentak, hingga kestabilan kendaraan terganggu. Karena itu, penting memahami cara menggunakan engine brake yang benar, baik pada mobil manual maupun matik.
Apa Itu Engine Brake?
Engine brake adalah teknik memperlambat kendaraan dengan memanfaatkan tahanan dari mesin dan transmisi. Efek perlambatan biasanya muncul saat pedal gas dilepas atau ketika transmisi dipindahkan ke posisi gigi yang lebih rendah.
Meski bisa mengurangi kecepatan, engine brake bukan pengganti rem utama. Teknik ini hanya membantu mengurangi beban kerja sistem pengereman, terutama ketika mobil melewati turunan panjang.
Dengan bantuan engine brake, pengemudi tidak harus terus-menerus menginjak pedal rem. Risiko rem mengalami panas berlebih dan kehilangan daya cengkeram pun bisa ditekan.
BACA JUGA:Mobil Sering Overheat Padahal Radiator Normal, Ini Biang Keroknya
Cara Engine Brake pada Mobil Manual
Pada mobil manual, efek engine brake biasanya terasa lebih kuat karena pengemudi bisa memilih gigi sesuai kebutuhan. Namun, penurunan gigi tetap harus menyesuaikan kecepatan mobil.
Langkah pertama, lepaskan pedal gas secara perlahan. Biarkan kecepatan mobil berkurang secara alami sebelum menurunkan gigi.
Setelah itu, gunakan pedal rem secara halus untuk menyesuaikan kecepatan. Jangan langsung menurunkan beberapa tingkat gigi sekaligus ketika mobil masih melaju kencang.
Misalnya Sobat sedang menggunakan gigi empat. Turunkan lebih dulu ke gigi tiga. Jika kecepatan sudah cukup rendah dan masih membutuhkan perlambatan tambahan, barulah pindahkan ke gigi dua.
Saat melepas pedal kopling, lakukan secara perlahan. Melepas kopling secara mendadak dapat membuat mobil menghentak. Kondisi tersebut juga berisiko mengurangi traksi roda, terutama saat permukaan jalan basah atau licin.
Perhatikan pula putaran mesin melalui tachometer. Jangan sampai jarumnya masuk ke zona merah atau redline. Jika putaran mesin melonjak terlalu tinggi, berarti gigi yang dipilih terlalu rendah untuk kecepatan mobil saat itu.
Teknik rev matching dapat digunakan agar perpindahan gigi terasa lebih halus. Namun, teknik tersebut bukan keharusan. Hal terpenting adalah menurunkan gigi secara bertahap dan menyesuaikannya dengan kecepatan kendaraan.
BACA JUGA:Lewat Kampanye Global, JAECOO Ajak Generasi Muda Berani Ekspresikan Passion