Masih Banyak yang Keliru, Begini Teknik Engine Brake Mobil Matik dan Manual yang Tepat

Kamis 09-07-2026,11:57 WIB
Reporter : Alvin Septian
Editor : Alvin Septian

Mobil matik juga bisa memanfaatkan engine brake. Cara menggunakannya bergantung pada jenis transmisi dan pilihan mode yang tersedia pada kendaraan.

Beberapa mobil matik memiliki posisi L, 2, 3, S, atau B. Ada juga yang sudah dilengkapi mode manual dengan tanda plus dan minus, termasuk paddle shift di balik setir.

Untuk menggunakannya, lepaskan pedal gas terlebih dahulu agar mobil mengalami deselerasi alami. Pada sejumlah mobil modern, transmisi bahkan bisa menahan posisi gigi secara otomatis ketika mendeteksi jalan menurun.

Sebelum memilih gigi yang lebih rendah, kurangi kecepatan dengan menginjak rem secara halus. Hindari langsung memindahkan tuas ke posisi paling rendah ketika mobil masih melaju cepat.

Sobat bisa memindahkan tuas dari posisi D ke S, L, 2, B, atau mode manual sesuai fitur mobil. Jika menggunakan mode manual, turunkan gigi satu tingkat terlebih dahulu, kemudian rasakan efek perlambatannya.

Jangan langsung menurunkan beberapa tingkat gigi sekaligus. Memang, sebagian mobil matik modern sudah memiliki sistem pengaman yang dapat menolak perpindahan berbahaya. Namun, kebiasaan menurunkan gigi secara agresif tetap sebaiknya dihindari.

Perlu diketahui, fungsi setiap mode transmisi bisa berbeda pada masing-masing mobil. Posisi B pada beberapa kendaraan dirancang untuk memberikan efek engine brake lebih kuat. Sementara mode S biasanya membuat transmisi menahan gigi lebih lama pada putaran mesin yang lebih tinggi.

Supaya tidak salah menggunakan, baca buku manual kendaraan untuk mengetahui fungsi setiap posisi transmisi.

BACA JUGA:Mobil Sering Overheat Saat Dipakai Harian, Ini Penyebab yang Paling Sering Bikin Mesin Cepat Panas

Hindari Memindahkan Transmisi ke Posisi Netral

Salah satu kebiasaan yang masih sering dilakukan pengemudi adalah memindahkan transmisi ke posisi netral saat melewati turunan.

Cara ini dianggap bisa membuat mobil meluncur lebih ringan dan lebih hemat bahan bakar. Padahal, posisi netral justru memutus hubungan antara mesin dan roda sehingga efek engine brake menghilang.

Akibatnya, pengemudi hanya mengandalkan pedal rem untuk mengontrol kecepatan mobil. Jika dilakukan terus-menerus pada turunan panjang, suhu rem bisa meningkat secara berlebihan.

Ketika rem terlalu panas, kemampuan pengereman dapat menurun. Pedal rem juga bisa terasa kurang pakem sehingga risiko kecelakaan menjadi lebih besar.

Tetap Kombinasikan dengan Pedal Rem

Engine brake tetap harus digunakan bersama pedal rem. Pengemudi perlu menyesuaikan pengereman dengan kondisi jalan, kecepatan kendaraan, dan jarak aman dengan mobil di depan.

Menginjak pedal rem juga membuat lampu rem menyala. Dengan begitu, pengendara di belakang mengetahui bahwa mobil sedang mengurangi kecepatan.

Kategori :