Jarum Temperatur Mobil Bekas Naik Turun Tidak Normal, Coba Cek Komponen Ini
Jarum temperatur mobil bekas naik turun tidak normal? Cek thermostat, coolant, sensor suhu, dan kipas radiator sebelum mesin mengalami overheat parah.--Daihatsu
OTOMOTIFXTRA.COM -- Jarum temperatur mobil bekas normalnya akan bergerak naik secara perlahan setelah mesin dinyalakan. Setelah suhu kerja mesin tercapai, posisi jarum seharusnya stabil dan tidak berubah-ubah secara drastis.
Namun, Sobat perlu waspada kalau jarum temperatur justru naik turun tanpa pola yang jelas. Kondisi ini bisa menjadi tanda ada masalah pada sistem pendingin mesin.
Kalau terus dibiarkan, suhu mesin berisiko melonjak hingga menyebabkan overheat. Karena itu, beberapa komponen berikut perlu segera diperiksa.
Thermostat Mulai Bermasalah
Salah satu komponen yang patut dicurigai adalah thermostat. Meski bentuknya kecil, thermostat punya tugas penting dalam mengatur aliran coolant dari mesin menuju radiator.
Saat mesin masih dingin, thermostat akan menutup agar coolant belum mengalir ke radiator. Tujuannya supaya mesin lebih cepat mencapai suhu kerja ideal.
Setelah suhu mesin meningkat, thermostat akan terbuka sehingga coolant panas bisa dialirkan menuju radiator untuk didinginkan.
Masalah muncul ketika thermostat macet atau tidak bisa membuka dan menutup dengan sempurna. Aliran coolant menjadi tidak lancar dan suhu mesin pun sulit stabil. Efeknya, jarum temperatur bisa naik lalu turun kembali secara tiba-tiba.
Kalau thermostat macet dalam posisi tertutup, coolant tidak dapat mengalir ke radiator sehingga mesin berisiko overheat. Sebaliknya, thermostat yang terus terbuka membuat mesin lebih lama mencapai suhu kerja ideal.
BACA JUGA:Lewat Kampanye Global, JAECOO Ajak Generasi Muda Berani Ekspresikan Passion
Volume Coolant Berkurang
Jarum temperatur yang naik turun juga bisa disebabkan jumlah coolant yang kurang. Bradsis bisa mengecek cairan pendingin melalui tabung reservoir ketika kondisi mesin benar-benar dingin.
Berkurangnya coolant biasanya menandakan adanya kebocoran pada selang radiator, sambungan pipa, radiator, water pump, atau tabung reservoir.
Kebocoran kecil terkadang sulit terlihat karena cairan baru keluar saat mesin panas dan tekanan di dalam sistem pendingin meningkat.
Udara yang terjebak di jalur pendingin juga dapat membuat pembacaan suhu tidak stabil. Kondisi ini sering muncul setelah penggantian coolant apabila proses bleeding atau pembuangan udara tidak dilakukan dengan benar.
Hindari membuka tutup radiator ketika mesin masih panas. Coolant bertekanan tinggi bisa menyembur dan menyebabkan luka bakar.
Temukan konten otomotifxtra.com menarik lainnya di Google News
- Tag
- Share
-
