Jarum Temperatur Mobil Bekas Naik Turun Tidak Normal, Coba Cek Komponen Ini
Jarum temperatur mobil bekas naik turun tidak normal? Cek thermostat, coolant, sensor suhu, dan kipas radiator sebelum mesin mengalami overheat parah.--Daihatsu
BACA JUGA:Chery Ajak Pemilik J6 Cek Kondisi Mobil Sekaligus Belajar Merawat Kendaraan Listrik
Sensor Suhu Mesin Tidak Akurat
Jarum temperatur yang bergerak tidak menentu belum tentu berarti suhu mesin benar-benar berubah. Bisa saja masalahnya berasal dari sensor suhu coolant atau engine coolant temperature sensor.
Sensor tersebut bertugas membaca suhu cairan pendingin, kemudian mengirimkan datanya ke ECU dan indikator pada panel instrumen.
Ketika sensor mulai rusak, data suhu yang dikirim bisa berubah-ubah meskipun kondisi mesin sebenarnya masih normal.
Selain sensornya, bagian soket dan kabel juga perlu diperiksa. Soket longgar, berkarat, atau terkena air dapat mengganggu aliran listrik sehingga jarum temperatur bergerak tidak stabil.
Pemeriksaan menggunakan scanner dapat membantu menemukan kode kerusakan sekaligus membandingkan data suhu mesin yang terbaca oleh ECU.
Cek Kipas Radiator dan Water Pump
Kipas radiator yang terlambat berputar dapat membuat suhu mesin naik, terutama saat mobil berhenti lama di tengah kemacetan.
Gejalanya cukup mudah dikenali. Jarum temperatur naik ketika mobil diam, tetapi kembali turun setelah kendaraan melaju dan mendapatkan aliran udara dari depan.
Masalah tersebut bisa berasal dari motor kipas, relay, sekring, sensor, atau jaringan kabelnya.
Water pump yang mulai lemah juga bisa membuat sirkulasi coolant tidak maksimal. Impeller di dalam water pump dapat mengalami keausan sehingga cairan pendingin tidak mengalir dengan lancar.
BACA JUGA:Niat Hemat Malah Boncos, Ini Bahaya Isi Radiator Mobil Pakai Air Biasa
Jangan Memaksakan Mobil Tetap Berjalan
Ketika jarum temperatur mulai mendekati area merah, segera hentikan mobil di tempat yang aman. Matikan mesin dan tunggu hingga suhunya benar-benar turun sebelum melakukan pemeriksaan.
Jangan memaksakan mobil terus berjalan, Sob. Suhu mesin yang terlalu tinggi dapat merusak gasket kepala silinder, membuat kepala silinder melengkung, hingga menimbulkan kerusakan mesin dengan biaya perbaikan yang besar.
Pemeriksaan bisa dimulai dari thermostat, volume coolant, kemungkinan kebocoran, sensor suhu, kipas radiator, tutup radiator, hingga water pump. Semakin cepat sumber masalah ditemukan, semakin kecil risiko kerusakan merembet ke komponen lain.
Temukan konten otomotifxtra.com menarik lainnya di Google News
- Tag
- Share
-
