Gak cuma memanjakan driver, perpindahan gigi otomatis yang presisi juga bikin konsumsi solar jadi jauh lebih konsisten dan efisien.
Ditambah dengan Gross Vehicle Weight (GVW) 8 ton dan wheelbase 3.870 mm, dimensi bus ini tergolong ringkas. Radius putarnya pun cukup lincah untuk meliuk di berbagai medan, mulai dari shuttle bandara, bus pariwisata, hingga angkutan antarkota.
BACA JUGA:Genjot Investasi, Hino Siap Jadikan Indonesia Basis Ekspor Kendaraan Niaga Global
Total Cost of Ownership Rendah, Jaminan Unit Siap Narik
Bus Dept Head HMSI, Guntur Budiana, bilang armada bus di mata Hino bukan sekadar aset di atas kertas, tapi penggerak roda ekonomi masyarakat. Makanya, fokus Hino adalah menghadirkan kendaraan yang punya nilai ekonomis tinggi selama masa pakai atau punya Total Cost of Ownership yang bersahabat.
Bagi operator bus kawakan, harga beli di awal itu cuma satu komponen kecil. Yang paling menentukan profit jangka panjang justru pengeluaran harian seperti konsumsi BBM, biaya servis, harga suku cadang, hingga minimnya waktu operasional yang terbuang (downtime).
Berkat suku cadang yang kompetitif dan jadwal perawatan terstruktur dari jaringan dealer Hino, armada baru Laskad Trans ini dipastikan bakal kasih sumbangsih cuan yang maksimal di jalur Sumatera.