Sehabis Diajak Liburan Jauh, Jangan Lupa Cek Kaki-kaki Mobil! Ini Komponen yang Rentan Bermasalah
Selesai liburan jauh, cek kaki-kaki mobil agar tetap nyaman dan aman. Kenali shockbreaker, bushing, tie rod, ball joint, serta bearing yang rawan aus.--Dok
Tie rod dan rack end berhubungan dengan sistem kemudi. Keduanya meneruskan gerakan dari steering rack menuju roda depan sehingga arah roda mengikuti putaran setir.
Ketika bagian ini mulai longgar, setir dapat terasa memiliki ruang kosong atau kurang responsif. Pada kondisi tertentu, muncul pula bunyi ketika setir dibelokkan atau saat mobil melewati permukaan jalan yang tidak rata.
Jangan menganggap sepele perubahan pada respons setir, Sob. Sistem kemudi memiliki peran penting terhadap kemampuan pengemudi mengarahkan mobil dengan tepat.
BACA JUGA:Toyota Buka Waste Station di Balai Kota DKI Jakarta, Ajak Warga Ubah Sampah Jadi Lebih Bernilai
4. Ball Joint
Ball joint menjadi titik penghubung antara steering knuckle dan arm. Komponen ini memungkinkan roda bergerak mengikuti arah kemudi sekaligus naik-turun saat suspensi bekerja.
Ball joint yang sudah aus bisa menimbulkan bunyi ketukan dari area roda depan. Setir juga dapat terasa kurang presisi, terutama ketika mobil melaju di permukaan jalan bergelombang.
Pemeriksaannya sebaiknya dilakukan di bengkel dengan mengangkat mobil. Mekanik biasanya akan mengecek apakah terdapat kelonggaran berlebihan pada roda dan sambungan ball joint.
5. Stabilizer Link dan Karet Stabilizer
Stabilizer link membantu menjaga keseimbangan bodi mobil, terutama saat berbelok. Sementara itu, karet stabilizer berfungsi sebagai bantalan agar gerakan batang stabilizer tidak menimbulkan benturan langsung.
Komponen ini termasuk bagian yang cukup sering menimbulkan bunyi ketika mulai aus. Gejalanya berupa suara ketukan kecil saat mobil melewati jalan berbatu, sambungan jalan, atau polisi tidur.
Meski mobil masih bisa digunakan, bunyi tersebut sebaiknya tidak dibiarkan terlalu lama karena dapat mengurangi kenyamanan dan menandakan adanya kelonggaran pada sistem suspensi.
BACA JUGA:Supercar Listrik Denza Z Siap Debut Global di Goodwood Festival of Speed 2026, Ini Bocoran Speknya
6. Bearing Roda
Bearing membantu roda berputar dengan lancar. Jika mulai aus, biasanya muncul suara dengung yang mengikuti kecepatan mobil. Semakin tinggi kecepatan, suara tersebut dapat terdengar semakin jelas.
Suara bearing terkadang mirip dengan suara ban. Karena itu, pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk memastikan sumber masalahnya. Bearing yang sudah longgar atau rusak sebaiknya segera diganti agar putaran roda tetap aman.
7. Ban, Spooring, dan Balancing
Ban memang bukan bagian suspensi, tetapi kondisinya berhubungan erat dengan kaki-kaki mobil. Setelah perjalanan jauh, periksa tekanan angin, kedalaman alur, dinding ban, serta pola keausannya.
Keausan yang hanya terjadi pada sisi tertentu bisa menjadi tanda sudut roda tidak lagi sesuai. Gejala lain yang patut diperhatikan adalah mobil menarik ke kiri atau kanan dan posisi setir tidak lurus ketika kendaraan melaju di jalan rata. Tanda-tanda tersebut umum digunakan sebagai indikasi perlunya pemeriksaan wheel alignment atau spooring.
Balancing juga dapat diperiksa apabila setir bergetar pada rentang kecepatan tertentu. Namun, getaran tidak selalu berasal dari balancing sehingga pengecekan menyeluruh tetap diperlukan.
Temukan konten otomotifxtra.com menarik lainnya di Google News
- Tag
- Share
-
