Bearing Roda Mobil Rusak Bisa Merembet ke Komponen Lain, Ini Alasan Harus Rutin Dicek

Selasa 30-06-2026,15:58 WIB
Reporter : Alvin Septian
Editor : Alvin Septian

OTOMOTIF TIPS - Buat Sobat yang sering pakai mobil setiap hari, kondisi bearing roda jangan sampai dianggap sepele. Meski terbilang ukurannya mungil, komponen ini punya peran cukup penting karena harus menahan beban kendaraan sekaligus memastikan roda bisa berputar lancar.

Masalahnya, bearing roda yang mulai rusak kadang tidak langsung terasa parah. Awalnya cuma muncul suara dengung, bunyi kasar, atau getaran kecil saat mobil melaju. Tapi kalau dibiarkan terus, kerusakannya bisa merembet ke komponen lain dan bikin biaya perbaikan makin bengkak.

Makanya, pemeriksaan bearing roda secara rutin penting banget dilakukan, apalagi kalau mobil sering dipakai melewati jalan rusak, banjir, polisi tidur, atau perjalanan jarak jauh.

BACA JUGA:Sering Hajar Lubang Bisa Bikin Kaki-kaki Mobil Cepat Jebol, Ini Bagian yang Wajib Dicek Rutin

Kenapa Bearing Roda Bisa Rusak?

Bearing roda bekerja di area yang cukup ekstrem. Komponen ini harus berputar mengikuti kecepatan roda sambil menerima tekanan dari bobot mobil, gaya pengereman, hingga hentakan saat melewati lubang.

Kalau mobil sering menghajar jalan berlubang, bearing bisa cepat aus. Ditambah lagi, kotoran, air, atau pelumas yang sudah menurun kualitasnya juga bisa mempercepat kerusakan. Pada beberapa kasus, pemasangan bearing yang kurang presisi juga bisa bikin usia pakainya jadi lebih pendek.

Jadi jangan heran kalau mobil yang sering dipakai di jalanan kasar lebih rentan mengalami masalah pada bagian ini, Sob.

BACA JUGA:Gaikindo: Indonesia Punya Peluang Besar Jadi Basis Investasi Otomotif Global

Gejala Bearing Roda Mulai Bermasalah

Salah satu tanda paling umum bearing roda rusak adalah muncul suara dengung dari area roda. Suara ini biasanya makin jelas saat mobil melaju di kecepatan tertentu.

Selain itu, Sobat juga bisa merasakan getaran halus di setir atau bodi mobil. Kalau kerusakan makin parah, roda bisa terasa kurang stabil dan handling mobil jadi tidak senyaman biasanya.

Gejala lain yang perlu diwaspadai adalah bunyi kasar saat mobil menikung. Biasanya suara akan berubah saat beban kendaraan berpindah ke sisi roda tertentu.

BACA JUGA:Belum Ada Sepekan Dibuka, Pre-Booking DFSK E5 Plus Tembus di Angka Segini

Kerusakan Bearing Bisa Merembet ke Komponen Lain

Ini yang sering luput diperhatikan. Bearing roda rusak bukan cuma bikin suara mengganggu, tapi juga bisa memengaruhi komponen lain di sekitar kaki-kaki mobil.

Kalau bearing sudah oblak, putaran roda jadi tidak presisi. Efeknya bisa membuat ban aus tidak merata, kerja suspensi lebih berat, bahkan berpengaruh ke sistem pengereman.

Dalam kondisi tertentu, bearing yang rusak parah juga bisa membuat hub roda ikut bermasalah. Kalau sudah begini, biaya perbaikan jelas lebih besar dibanding sekadar mengganti bearing sejak awal.

Belum lagi risiko keselamatan. Roda yang tidak stabil bisa mengurangi kontrol pengemudi, terutama saat mobil dipakai di kecepatan tinggi atau saat melakukan pengereman mendadak.

BACA JUGA:Dealer Resmi Honda Kini Capai 200 Jaringan, Layanan Makin Luas Sampai Papua Selatan

Kapan Bearing Roda Harus Dicek?

Kategori :