Niat Hemat Malah Boncos, Ini Bahaya Isi Radiator Mobil Pakai Air Biasa

Minggu 05-07-2026,21:51 WIB
Reporter : Alvin Septian
Editor : Alvin Septian

BACA JUGA:Pasang Aksesori Elektronik Sembarangan Bisa Bikin Kelistrikan Mobil Kacau, Ini Risiko yang Wajib Diketahui

Komponen yang Bisa Ikut Terkena Dampak

Kebiasaan memakai air biasa bukan hanya mengancam radiator. Beberapa komponen lain juga dapat terkena efeknya, antara lain:

  • Water pump, karena endapan dan korosi dapat mengganggu kerja pompa serta mempercepat kerusakan seal.
  • Thermostat, karena kotoran bisa menghambat mekanisme buka-tutup aliran cairan pendingin.
  • Selang radiator, terutama jika tekanan dan suhu sistem sering tidak stabil.
  • Gasket dan kepala silinder, apabila mesin berulang kali mengalami overheat.
  • Kisi-kisi serta tangki radiator, yang dapat tersumbat, rapuh, atau mengalami kebocoran akibat korosi.

Kalau kerusakan sudah merembet ke gasket kepala silinder, biaya perbaikannya tentu jauh lebih besar daripada membeli coolant yang tepat sejak awal.

BACA JUGA:Klakson Mobil Kadang Bunyi Kadang Tidak, Bisa Jadi Masalahnya Ada di Bagian Ini!

Bolehkah Pakai Air Saat Kondisi Darurat?

Dalam keadaan darurat, air dapat dipakai sementara ketika coolant tidak tersedia dan level cairan pendingin sangat rendah. Namun, pastikan mesin sudah benar-benar dingin sebelum membuka tutup radiator atau reservoir. Membuka tutup saat mesin panas sangat berbahaya karena cairan bertekanan bisa menyembur dan menyebabkan luka bakar.

Setelah kondisi memungkinkan, segera periksa penyebab berkurangnya cairan. Jangan hanya menambah air berulang kali tanpa mencari sumber kebocoran. Sistem pendingin sebaiknya dikuras dan diisi kembali memakai coolant sesuai rekomendasi pabrikan.

Untuk langkah darurat, air demineralisasi atau air suling lebih baik daripada air keran karena kandungan mineralnya lebih rendah. Meski begitu, penggunaannya tetap bukan pengganti coolant untuk pemakaian rutin.

Kategori :