Sehabis Diajak Liburan Jauh, Jangan Lupa Cek Kaki-kaki Mobil! Ini Komponen yang Rentan Bermasalah
Selesai liburan jauh, cek kaki-kaki mobil agar tetap nyaman dan aman. Kenali shockbreaker, bushing, tie rod, ball joint, serta bearing yang rawan aus.--Dok
OTOMOTIFXTRA.COM -- Liburan menggunakan mobil pribadi memang terasa lebih fleksibel. Sobat bisa membawa banyak barang, menentukan lokasi istirahat sendiri, sampai mampir ke berbagai tempat wisata tanpa perlu mengejar jadwal transportasi umum.
Namun, perjalanan jauh juga membuat sejumlah komponen mobil bekerja lebih keras. Apalagi kalau rute yang dilewati dipenuhi jalan berlubang, polisi tidur, permukaan bergelombang, tikungan, dan kemacetan panjang.
Karena itu, setelah mobil diajak liburan jauh, jangan cuma fokus mencuci bodi atau membersihkan kabinnya. Kondisi kaki-kaki mobil setelah perjalanan jauh juga perlu diperiksa supaya mobil tetap nyaman dan aman digunakan untuk aktivitas harian.
BACA JUGA:Pasang Aksesori Elektronik Sembarangan Bisa Bikin Kelistrikan Mobil Kacau, Ini Risiko yang Wajib Diketahui
Kenapa Kaki-kaki Mobil Perlu Dicek Setelah Liburan?
Kaki-kaki mobil menjadi bagian yang langsung menerima getaran dan benturan dari permukaan jalan. Beban penumpang serta barang bawaan yang cukup banyak juga dapat menambah tekanan pada sistem suspensi.
Kerusakan pada kaki-kaki tidak selalu langsung terasa parah. Awalnya mungkin hanya muncul bunyi kecil, setir terasa kurang lurus, atau mobil sedikit memantul saat melewati jalan rusak. Kalau terus dibiarkan, gangguan tersebut bisa memengaruhi kenyamanan, kestabilan, dan keausan ban.
Jadi, Sob, jangan menunggu sampai bunyinya makin berisik atau setir terasa sulit dikendalikan. Pemeriksaan sejak awal dapat membantu menemukan komponen yang mulai longgar, aus, atau rusak.
BACA JUGA:Klakson Mobil Kadang Bunyi Kadang Tidak, Bisa Jadi Masalahnya Ada di Bagian Ini!
1. Shockbreaker
Komponen pertama yang perlu diperhatikan adalah shock absorber atau lebih dikenal sebagai shockbreaker. Tugasnya meredam gerakan pegas agar mobil tidak terus mengayun setelah melewati jalan bergelombang.
Shockbreaker yang mulai lemah biasanya membuat mobil terasa memantul berlebihan. Gejala lainnya dapat berupa bodi terasa mengayun saat menikung, bagian depan menukik ketika mengerem, hingga muncul rembesan oli pada tabung shockbreaker.
Perjalanan dengan muatan penuh dan sering menghantam lubang bisa memperberat kerja komponen ini. Produsen komponen suspensi Monroe juga mencantumkan mobil memantul, limbung saat menikung, menukik ketika mengerem, dan keausan ban tidak rata sebagai beberapa tanda shock atau strut mulai bermasalah.
BACA JUGA:Jangan Tunggu Pecah, Begini Ciri Selang Radiator Mobil yang Sudah Wajib Diganti
2. Bushing Arm
Bushing arm merupakan bantalan berbahan karet yang menghubungkan bagian arm dengan sasis mobil. Ukurannya memang tidak terlalu besar, tetapi pengaruhnya terhadap kenyamanan cukup terasa.
Jika karetnya mulai getas, pecah, atau longgar, Sobat dapat mendengar bunyi seperti “gluduk-gluduk” saat mobil melewati jalan rusak. Mobil juga bisa terasa kurang stabil ketika melakukan pengereman atau perubahan arah.
Kondisi bushing perlu diperiksa langsung karena kerusakan ringan belum tentu terlihat dari luar. Bushing yang sudah aus juga dapat menambah tekanan pada komponen suspensi lain serta memengaruhi keselarasan roda.
3. Tie Rod dan Rack End
Temukan konten otomotifxtra.com menarik lainnya di Google News
- Tag
- Share
-
